DinKes Gelar Pelatihan Pemanfaatan Toga dan Akupresure

DinKes Gelar Pelatihan Pemanfaatan Toga dan Akupresure

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok  menyelenggarakan pertemuan koordinasi tingkat Kota dan Kecamatan tentang pemanfaatan toga dan akupresure di Aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Kamis (13/11). Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Pelayanan Promosi Sumber Daya Kesehatan dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes. Acara ini diikuti oleh Kepala Seksi Yankes (Pelayanan Kesehatan) Ns. Hartini, S.Kep. M.Biomed dan 90  orang peserat  yang terdiri dari seluruh pemegang program per puskesmas, PKK Kota Solok, PKK Kecamatan, PKK Kelurahan, dan seluruh kader toga kelurahan. Narasumber pada acara Pelatihan ini  adalah Yulia Fitria, Spd. MM dan Eka Fitria, SKM, yang merupakan Kasi dan staf seksi Yankestrad Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Dalam sambutannya dr. Hiddayaturrahmi, M.Kes mengatakan bahwa “Pertemuan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan petugas kesehatan se Kota Solok, PKK dan kader toga tentang pengetahuan TOGA dan Akupresure dan mampu melakukan penyelenggara TOGA dan Akupresure secara baik, tersendiri atau terpadu pada sistem pelayanan kesehatan paripurna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang optimal,” jelas Kabid PPSDK ini.

Dilanjutkan dengan pemberian materi oleh Yulia Fitria, Spd. MM, beliau menyampaikan “Tentang apa yang dimaksud dengan Toga  (Tanaman Obat Keluarga) adalah sebidang tanah di halaman atau ladang yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman yang mempunyai hasil obat. Toga juga merupakan tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Tanaman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik dihalaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya Toga dapat memacu usaha kecil dan menengah dibidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.” Ujarnya.

Dalam rangka mendukung program pemanfaatan Toga dan Akupresure dan mengoptimalkan penerimaan informasi oleh masyarakat, maka dari itu Tim penggerak pemberdayaan kesejahteraan keluarga (TP PKK) bekerja sama dengan instansi telah melakukan inovasi pengembangan dan budidaya Toga dan Akupresure dengan jenis dan pemanfaatan Toga dengan jenis beragam. Permasalahan umum yang dihadapi dalam kegiatan pengembangan pemanfaatan Toga merupakan sebagian dari permasalahan yang dihadapi bidang pertanian dan upaya penganekaragaman konsumsi pangan berbahan lokal antara lain yakni belum tercapainya skor keragaman dan keseimbangan konsumsi pangan dan gizi sesuai harapan yang selama ini pencapaiannya masih berjalan sengat lambat dan cenderung fluktuatif, cukup tingginya kesenjangan mutu gizi konsumsi pangan antara masyarakat Desa dan Kota, adanya kecenderungan penurunan proporsi pangan berbasis sumber daya lokal, lambatnya perkembangan dan penyebaran teknologi pengobatan pangan lokal untuk meningkatkan ke praktisan dalam pengobatan, nilai gizi, nilai ekonomi, nilai sosial citra dan daya terima, masih belum optimalnya pemberian intensif bagi dunia usaha dan masyarakat yang mengembangkan aneka produk olahan pangan lokal, kurangnya fasilitas pemberdayaan ekonomi untuk meningkatkan aksesibilitas pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman. Harapan dilaksanakannya pertemuan ini nantinya petugas maupun PKK dan kader dapat mengembangkan tanaman obat keluarga (TOGA)  dilingkungan rumah serta dapat mengetahui apa itu Akupresure dan dapat di laksanakan dan dimanfaatkan untuk keluarga maupun masyarakat sekitar kita. (ig)

Tags: , , , ,