Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Bahaya Rokok Kepada Duta Anti Rokok Se-kota Solok

Dinas Kesehatan Gelar Sosialisasi Bahaya Rokok Kepada Duta Anti Rokok Se-kota Solok

Solok (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok selenggarakan Sosialisasi Bahaya Rokok Kepada Duta Anti Rokok se-Kota Solok di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Senin (19/11).

Acara tersebut menghadirkan narasumber Hafrizal, SKM.M.Kes dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Azizurrahman, S.Sos Badan Narkotika Nasional (BNN) Kab. Solok, dan dr. Wafda Aulia, Sp.Paru dari IDI Kota Solok, yang diikuti sebanyak 150 orang peserta terdiri dari Duta Anti Rokok mahasiswa dan anak sekolah se-Kota Solok.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kabid Kesmas dan P2P, dr. Pepy Lady Soffiany dalam sambutannya menyampaikan acara ini tujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta tentang bahaya rokok dan napza serta mampu melaksanakan sosialisasi pada teman sebaya untuk melakukan konseling untuk berhenti merokok difasilitas pelayanan kesehatan primer.

Azizurrahman, narasumber dari BNN menyampaikan kebiasaan merokok bagi masyarakat Indonesia merupakan salah satu masalah kesehatan, karena konsumsi rokok yang masih cenderung tinggi. Sementara beban biaya yang diakibatkan oleh penyakit yang disebabkan oleh rokok dan dapat menimbulkan terjadinya Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti gangguan pernafasan, penyakit jantung koroner, stroke, dan kanker paru, ini bukan hanya dari biaya pengobatan tetapi juga biaya hilangnya hari atau waktu produktivitas.

“Bagi dunia pendidikan, tak ada tantangan paling menyeramkan dalam siklus belajar mengajar kecuali perilaku siswa yang terus merosot karena banyak kasus perilaku merokok pada pelajar hampir bisa dipastikan 90% kebiasaan merokok siswa muncul bukan disebabkan keinginan pribadi, melainkan pengaruh kelompok,” jelas Azizurrahman.

Selanjutnya Hafrizal dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat menyampaikan tentang kebijakan dan strategi penyakit tidak menular dan rokok serta kawasan tanpa rokok dalam upaya berhenti merokok di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) dan sekolah sebagai tindak lanjut Peraturan Pemerintah RI No.109 Tahun 2012.

“Pelayanan terpadu Penyakit Tidak Menular pada FKTP masih terbatas, karena masih belum mampu menjalankan peran sebagai “gate keeper”, masih tingginya “missing opportunity” karena tidak terdeteksinya faktor risiko penyakit tidak menular. FKTP fokus membantu perokok untuk berhenti merokok (konseling), membangun motivasi, dan menciptakan lingkungan yang mendukung. Sedangkan pada Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) rawat tingkat lanjut memberikan konseling lanjutan, serta pengobatan spesialistik,” ungkap Hafrizal.

Wafda Aulia, Sp.Paru, memaparkan tentang bagaimana pelayanan klinik berhenti merokok, apa yang dimaksud dengan rokok, apa-apa saja kandungan yang terdapat didalam rokok, apa saja yang membuat sulit berhenti merokok dan apa manfaatnya setelah berhenti merokok. Apa prinsip-prinsip upaya dalam berhenti merokok, bagaimana konseling untuk yang belum mau dan yang mau berhenti merokok, serta cara dan langkah berhenti merokok.

Dengan sosialisasi ini diharapan Duta Anti Rokok yang hadir dapat menjadi penyuluh untuk teman sebayanya, serta sebagai upaya pendekatan pada teman sebaya untuk menjalin komunikasi efektif bagi para pelajar yang merokok untuk dapat dirangkul oleh duta tersebut agar dapat menjauhi rokok serta mendapatkan layanan konseling upaya berhenti merokok di Puskesmas Se-Kota Solok. (ig)

Tags: ,