30 Pencaker Ikuti Program Magang di Tiga Perusahaan di Kota Solok

30 Pencaker Ikuti Program Magang di Tiga Perusahaan di Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Berbagai upaya untuk mengatasi pengangguran dan rendahnya kompetensi tenaga kerja telah, sedang dan terus akan dilakukan melalui berbagai program percepatan peningkatan kompetensi calon tenaga kerja, antara lain melalui program pemagangan dalam negeri dan percepatan sertifikasi yang harus dilakukan dengan cara yang fokus dan masif.

Dalam rangka peningkatan dan pengembangan potensi diri serta pemahaman terhadap dunia kerja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Kota Solok bekerjsama dengan Disnakertrans Provinsi Sumatera Barat menyelenggarakan program pemagangan bagi masyarakat atau pencari kerja (pencaker) warga Kota Solok dan sekitarnya, untuk membekali ilmu pengetahuan dan keterampilan serta pemahaman dalam mengenal dunia Kerja di perusahaan.

Program pelatihan pemagangan dalam negeri tahun 2022 ini dilaksanakan selama lima bulan terhitung tanggal 30 Maret s/d 29 Agustus 2022 di tiga perusahaan yakni PT. BPR PMA, RSIA Ananda dan RSIA Permata Bunda dengan masing-masing perusahaan mendapatkan peserta magang sebanyak 10 orang.

Peserta program pemagangan dilepas oleh Kepala DPM-PTSP Kota Solok, Ir. Hendaukhtri dan dihadiri mentor/ supervisor dari masing-masing perusahaan yang mengikuti program ini di aula Bappeda Kota Solok, Jumat, 1 April 2022.

Kepala DPMPTSP dalam arahannya mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran kerja, kemampuan dan produktivitas. Selain itu juga meningkatkan SDM, menciptakan lapangan kerja dan tidak menutup kemungkinan peserta magang langsung direkrut di tempat yang bersangkutan magang.

Program pemagangan juga merupakan salah satu upaya untuk menyiapkan tenaga kerja kompeten dan siap kerja, sehingga dapat meminimalisir kesenjangan antaran kompetensi tenaga kerja yang dihasilkan oleh lembaga pendidikan dan pelatihan vokasi dengan kualifikasi kompetensi tenaga kerja yang dibutuhkan oleh industri.

Keberhasilan program pemagangan sangat ditentukan oleh kolaborasi dari berbagai pihak, antara lain pemerintah pusat dan daerah, industri, asosiasi industri dan masyarakat. Keterlibatan semua pihak masih terus ditingkatkan dalam upaya percepatan peningkatan SDM Indonesia untuk mewujudkan cita-cita Indonesia untuk mewujudkan “SDM Unggul, Indonesia Maju,” kata Kepala DPMPTSP Kota Solok.

Lebih lanjut Ir. Hendaukhtri mengatakan bahwa pemagangan merupakan konsep belajar sambil bekerja (learning  by doing). Proses magang akan mengajarkan peserta magang untuk membiasakan diri mengikuti proses pekerjaan yang biasa dilakukan di perusahaan.

Melalui magang, peserta tidak hanya melihat dan mendengarkan teori, tetapi mereka juga harus melakukan pekerjaan secara langsung. Melalui proses pembelajaran ini, pemagang dapat secara langsung memperoleh pengetahuan dan keterampilan (hard skills) dan mengalami perubahan sikap dan etos kerja (soft skills) saat bekerja.

“Sikap dan keterampilan dapat diperoleh tidak hanya dari teori, tetapi secara langsung dialami oleh pemagang selama mengikuti program magang di perusahaan sebagai tempat kerja yang sesungguhnya,” imbuhnya.

Diharapkan, setelah selesainya program pelatihan pemagangan dalam negeri ini, baik peserta maupun perusahaan sama-sama memperoleh mutual benefit. Bagi peserta pemagangan diuntungkan lantaran bisa menyerap materi pelatihan dan pengalaman kerja di bawah bimbingan seorang mentor berkualitas, dan mempermulus jalan penitian karir yang diinginkan.

Sedangkan perusahaan sebagai penyelenggara berkesempatan menjaring dan mencetak calon pegawai yang sesuai dengan kebutuhan perusahaan untuk mendukung pertumbuhan bisnisnya dan memacu produktivitas perusahaan.

Tags: ,