70 Perempuan Kota Solok Ikuti Kegiatan Dialog Politik

70 Perempuan Kota Solok Ikuti Kegiatan Dialog Politik

Solok, (Info Publik Solok) – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat yang bekerjasama dengan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Solok mengadakan kegiatan Dialog Politik yang diikuti oleh 70 orang perempuan yang berasal dari berbagai organisasi di Kota Solok, di Aula SMP Negeri 5 Kota Solok, Rabu (13/11/2019).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Solok Reinier, ST. MM, tutur hadir Kepala Bidang Politik Dalam Negeri Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sumatera Barat Drs. Syahlaluddin, Kepala Seksi Politik Agung Hazani, SIP. MM dengan narasumber Wakil Ketua Komisi I DPRD Provinsi Sumatera Barat Epi Yandri dan Dosen FISIP UNAND Prof. Nusirwan Effendi.

Selain membuka secara resmi, Wakil Walikota Solok Reinier juga memberikan materinya terkait Peran Pemerintah Daerah Dalam Meningkatkan Partisipasi Politik  mengatakan, kegiatan dialog ini sangat bermanfaat untuk masyarakat Kota Solok terutama kaum perempuan dan diharapkan setelah mengikuti kegiatan ini, peserta dialog ini dapat mensosialisasikan kegiatan ini kepada masyarakat dan lingkungannya karena tidak lama lagi Kota Solok termasuk dalam salah satu Kabupaten/Kota yang akan menghadapi Pemilhan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Tahun 2020.

”Untuk itu pilihlah yang menurut Ibu yang terbaik dan bisa memajukan Kota Solok kedepan serta hindarilah prilaku budaya politik uang,” ajak Reinier.

Epi Yandri dalam materinya “Pemilu sebagai Wahana Pendidikan Politik” mengatakan pemilu jangan dijadikan sebagai ajang transaksional, karena mendekati Pemilukada akan ada gejala-gejala ini, mulai dari politik uang, ajakan jalan-jalan, namun yang terpenting dalam pemilihan sedapat mungkin kenalilah pilihan dan pahami apa tujuan dari pilihan tersebut, ungkapnya.

Sementara itu, Prof. Nusirwan Effendi mengapresiasi masyarakat di Kota Solok pada pemilu legislatif yang lalu dimana pada tingkat partisipasi pemilih yang mencapai angka 86 % sedangkan untuk tingkat nasional partisipasi pemilih di Indonesia hanya mencapai angka 72,24%.

Lebih lanjut, Nusirwan Effendi menjelaskan yang terpenting adalah pentingnya pendidikan politik dalam pengembangan budaya politik yang demokratis, ungkap Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Andalas.(ai)

Tags: , , , , , , , , , ,