Adaptasi Kebiasaan Baru, Kominfo Dorong UMKM Bertransformasi Digital

Adaptasi Kebiasaan Baru, Kominfo Dorong UMKM Bertransformasi Digital

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Pandemi Covid-19 merupakan momentum yang terbaik bagi Indonesia dalam melakukan percepatan transformasi digital di bidang bisnis dan ekonomi. Guna mewujudkan hal tesebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika memfokuskan pada tiga hal utama.

“Pertama kita fokus ke masyarakat, lalu ekonomi dan selanjutnya pemerintahan. Jadi, ini harus didorong untuk bisa bertransformasi digital,” ujar Plt. Direktur Ekonomi Digital Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, I Nyoman Adhiarna saat menjadi pembicara pada sesi plenary dalam Webinar Temu UMKM yang diselenggarakan e2ecommerce, dari Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Plt Direktur Nyoman menyatakan, untuk fokus yang pertama ditujukan bagi bisnisnya itu sendiri yaitu para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), petani, dan nelayan.

Menurut Plt Direktur Ekonomi Digital, Kementerian Kominfo saat ini sedang melakukan beberapa inisiatif. Salah satunya dengan membangun infrastruktur TIK mulai dari pengembangan jaringan broadband hingga pemasangan jaringan kabel atau fiber optik yang tersebar di seluruh Indonesia. 

“Kominfo tengah membangun jaringan sinyal 4G agar merata di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Tahun lalu, kita sudah menyelesaikan proyek Palapa Ring yang merupakan fiber optik kabel bawah laut yang sudah menghubungkan dari Aceh hingga Papua, semacam jalan tol istilahnya,” jelasnya.

Upaya itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk melakukan percepatan proses transfomasi digital. “Setelah adanya percepatan infrastruktur di mana semua masyarakat nantinya bisa mengakses koneksi internet, langkah selanjutnya adalah menyiapkan masyarakat juga dapat memanfaatkan keuntungan ataupun kaidah daripada transformasi digital,” ungkap Nyoman. 

4 Fase Transformasi Digital UMKM

Dalam percepatan transformasi digital bagi UMKM, Kominfo mendorong masyarakat memiliki kecakapan digital yang memadai untuk dapat berjualan online dan meningkatkan penjualannya. Menurut Plt Direktur Nyoman, ada empat tahapan program yang dirancang oleh Kementerian Kominfo.  Pertama melalui On Boarding, kemudian Active Selling (Increase Transaction Traffic), lalu Scale Up Business, serta Go International Market-Export.

“Masyarakat sudah bisa berbisnis, namun belum banyak yang paham bagaimana menggunakan gadget. Oleh karena itu, Kominfo melakukan kegiatan pendampingan/asistensi. Sejak tahun 2016, Kominfo sudah memulai mengajak bagaimana meng-on boarding-kan UMKM. Kita memperkenalkan apa itu teknologi digital, dan bagaimana berjualan secara online,” paparnya.

On boarding menjadi tahapan pertama yang dilakukan Kementerian Kominfo untuk memperkenalkan teknologi kepada para pelaku UMKM. Mendorong pelaku UMKM dari offline menjadi online untuk memperluas pemasaran produk dan teregistrasi di marketplace atau platform digital.

Plt. Direktur Ekonomi Digital Nyoman menyebut, bagi UMKM yang akan naik kelas, on boarding saja tidak cukup karena mereka harus ditingkatkan penjualannya. Oleh karena itu, Kementerian Kominfo mendorong active selling, yakni aktivitas dan fasilitasi dari marketplace kepada UMKM agar dapat lebih meningkatkan transaksi penjualan secara online. 

“Kita harus melatih mereka supaya mereka bisa increase sales-nya agar dapat memperbaiki produknya, selalu melakukan evaluasi, dan berinovasi terhadap produknya supaya bisa diterima oleh masyarakat dan mampu bersaing juga,” paparnya.

Kepada peserta Webinar, Plt Direktur Nyoman menyampaikan bahwa hal yang paling penting selain aspek pemasaran online adalah proses produksi dan operasionalnya yang harus mengadopsi teknologi sehingga UMKM bisa naik kelas. Menurutya, jika sudah banyak yang memesan namun ternyata UMKM tidak bisa memproduksi dalam skala besar, maka perlu pendampingan teknis bagi pelaku UMKM.

Setelah proses Active Selling, lanjut Nyoman, perlu dilakukan Scale Up. Proses itu mencakup peningkatan usaha bagi pelaku UMKM melalui event yang diselenggarakan oleh marketplace, meningkatkan penjualan menjadi lebih berkembang dan berlipat ganda, pelaku UMKM dapat mempunyai storage sendiri maupun tidak dan mencarikan customer yang akan membeli produknya dalam skala besar serta repeat order. 

“Jadi, UMKM ini gak boleh stay sampai puas dengan statusnya. Harus kita tingkatkan supaya mereka menjadi pemain-pemain tangguh di ekonomi digital kita. Kita harus membawanya sampai kepada go internasional. Kita pasarkan produk-produknya,” ungkapnya.

Berkaitan dengan Market-Eksport, Nyoman menyebutkan, Kementerian Kominfo juga berupaya mengorbitkan UMKM di daerah agar pelaku UMKM bisa melakukan ekspor produk yang difasilitasi dan dipermudah oleh marketplace sehingga dapat menjangkau pasar internasional.

Literasi dan Permudah Izin 

Menyoal literasi digital untuk masyarakat, Nyoman menilai hal itu harus menjadi prioritas utama yang diajarkan oleh para pendamping, fasilitator, pandu digital sebelum diberikan pelatihan pemasaran online. Sehingga, diperlukan program edukasi dan penyiapan masyarakat agar dapat memasuki ranah digital lebih produktif perlu dikembangkan.

“Indonesia punya masalah besar soal hoaks. Masyarakat belum paham informasi benar dan mana yang dikategorekan sebagai misinformasi karena literasi digitalnya masih rendah dan ini jadi tanggung jawab kita bersama. Masyarakatnya sendiri harus dididik untuk mengerti menggunakan gadget, memiliki kecakapan digital yang memadai,” paparnya.

Menutup sambutannya, Nyoman menyampaikan, dalam pemerintahan (Kementerian Kominfo, red.) sedang membangun Pusat Data Nasional (PDN) untuk mengonsolidasikan data dan mempercepat digitalisasi layanan publik.

Pemerintah meyakini keberadaan pusat data mampu mengintegrasikan kebutuhan berbagai macam institusi secara mudah dan cepat. Selain itu, di tahun 2021 Kominfo menargetkan layanan cloud untuk semua instansi pemerintah.

“Ini yang menjadi fokus ketiga Kominfo dalam percepatan transformasi digital. Jadi, Pemerintah mendorong pengurusan ijin di daerah-daerah itu harus online sehingga masyarakat dimudahkan. Nantinya, jika pemerintah daerah memerlukan pusat data, maka Kominifo akan menyediakannya secara gratis,” tandasnya. 

Selain Nyoman, Webinar  “Transformasi Digital sebagai Solusi UMKM dalam Menghadapi normal Berikutnya” dihadiri Kepala Subdit Aplikasi Perangkat Lunak Kemenparekraf, Muhammad Azhar Zainal; Ketua Umum HIPPINDO, Budihardjo Iduansjah; Shirley A. Handoko, AVP seller Activation Engagement Blibli.com; Co Founder OK OCE Indonesia, Indra Cahya Uno; serta Founder dan COO PALA Nusantara, lham Pinastiko.

Sumber: www.kominfo.go.id

Tags: , , , , ,