ANRI Adakan Web Seminar Dalam Rangka Peringati Hari Kearsipan Nasional Ke-49

ANRI Adakan Web Seminar Dalam Rangka Peringati Hari Kearsipan Nasional Ke-49

Solok, (InfoPublikSolok) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) mengadakan Web Seminar dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional Ke-49 Tahun 2020. Acara tersebut diikuti oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK) Kota Solok Wadirman, beserta jajaran, secara daring yang bertempat di studio mini Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Solok, Senin (18/05/2020).

Hari Kearsipan Nasional secara rutin diperingati setiap tanggal 18 Mei. Adapun hal yang melatarbelakangi penetapan Hari Kearsipan Nasional ini yakni pada 18 Mei 1971 menjadi tonggak lahirnya Undang-undang Nomor 7 Tahun 1971 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Kearsipan. Selanjutnya Hari Kearsipan Nasional disahkan melalui Keputusan Kepala ANRI Nomor: OT.00/02/2005 tentnang Hari Kearsipan.

Peringatan Hari Kearsipan Nasional yang ke-49 tahun 2020 ini sangat berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, karena diperingati ketika seluruh pelosok negeri dalam masa darurat kesehatan pandemi Corona Virus Disease-19 (Covid-19). Puncak peringatan dilaksanakan secara daring dalam rangkaian kegiatan Web Seminar dengan tema “Arsip Autentik untuk Indonesia” yang di ikuti oleh seluruh komunitas kearsipan di Indonesia. Meskipun dilaksanakan secara daring, tetapi tidak mengurangi khidmat acara dan antusiasme seluruh komunitas kearsipan di Indonesia untuk berpartisipasi memeriahkan Hari Kearsipan Nasional ke-49.

Pada kegiatan Seminar Web dalam rangka memperingati Hari Kearsipan Nasional ke-49, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), M. Taufik, menjelaskan bahwa tema “Arsip Autentik untuk Indonesia” memiliki korelasi yang erat dengan kondisi saat ini. Kejadian global pandemic-pandemi terburuk yang melanda dunia pada masa terdahulu, semuanya terekam dalam arsip. Bahkan melalui arsip itu, kita dapat mengetahui langkah-langkah apa yang telah dilakukan oleh pemerintah masa itu. Arsip pandemic influenza 1918 saat ini pun sedang dipelajari ilmuwan di seluruh dunia. Informasi yang berasal dari arsip tersebut adalah hasil pendokumentasian kegiatan pemerintah, yang saat ini tersimpan di lembaga-lembaga kearsipan di dunia , termasuk ANRI.

“Disamping merespons pandemic Covid-19 terhadap bidang kearsipan, tema peringatan Hari Kearsipan ke-49 juga membangkitkan dan menunjukan peran bidang kearsipan yang sangat penting dari sebelumnya dalam merekam perjalanan bangsa Indonesia, menjadi memori kolektif dan jati diri bangsa,” jelas Plt. Kepala ANRI.

Lebih lanjut Plt. Kepala ANRI menyampaikan, saat ini kita tidak lagi pada zaman “business as usual” dalam pengelolaan arsip. Diperlukan cara berpikir baru dalam mengembangkan kearsipan agar berdaya saing dan dapat diterima masyarakat dunia. Peningkatan peran penting kearsipan bagi pemerintah dan masyarakat harus dapat diwujudkan dengan mendorong pengelolaan arsip digital. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, kearsipan harus dapat memenuhi tuntutan  dan kebutuhan kekinian, dimana arsip digital harus dapat dikelola dengan baik sehingga dapat diakses dengan mudah dan cepat tanpa terbatas ruang dan waktu.

“Perlu keberanian dalam menerapkan dan membuat keputusan yang didukung dengan penguasaan kompetensi serta ketersediaan arsip, data, dan informasi yang akurat. Kita harus menjamin ketersediaan arsip yang autentik dan terpercaya tersebut sebagai alat bukti yang sah,” terang Taufik.

Dunia teknologi informasi, komunitas arsip adalah harapan dan jawaban atas berbagai keraguan informasi yang sering kita dengar dan terima. Oleh karena arsip memberi penerangan dan kepastian dalam kegelapan. Tutup Plt. Kepala ANRi saat mengakhiri pidatanya yang disampaikan secara daring. (jij).

 

 

Tags: , , , , , , , ,