Assessment Kota Solok Menuju Smart City

Assessment Kota Solok Menuju Smart City

Tangerang Selatan, (InfoPublikSolok) – Sebanyak 107 (seratus tujuh) Kabupaten/Kota di Indonesia mengikuti Assessment atau penilaian Gerakan Menuju 100 Smart City di Gedung Pusat TIK Nasional (PUSTIKNAS), Ciputat – Tangerang Selatan, Rabu (21/2).

Dari seluruh Kabupaten/ Kota/ Provinsi yang hadir, terdapat lima Kabupaten/Kota di Sumatera Barat, diantaranya Kota Solok, Kota Pariaman, Kota Bukittinggi, Kabupaten Padang Pariaman serta Kabupaten Agam.

Acara yang digelar selama dua hari, dari tanggal 21 s.d 22 Februari 2019 ini, diawali dengan acara pembukaan dan talkshow mengenai Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dan Smart City. Pada kesempatan itu hadir Walikota Solok, Zul Elfian, Sekretaris Daerah, Rusdianto, Kepala Dinas Kominfo, Zulfadli, Kepala Bappeda, Jonedi, serta ikut mendampingi beberapa orang staf Kominfo dan Bappeda Kota Solok.

Dalam laporannya, Bambang Dwi Anggono selaku Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Aplikasi dan Informatika sekaligus Ketua Pelaksana menyampaikan, Smart City merupakan program bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PUPR, Bappenas dan Kantor Staf Kepresidenan dengan tujuan menilai Kabupaten/ Kota yang telah siap untuk menjadikan daerahnya smart dalam menyikapi permasalahan yang muncul di era 4.0.

Daerah yang terpilih nanti akan didampingi dalam penyusunan masterplan atau rencana aksi yang akan dilakukan ke depannya. Sebenarnya Pemerintah telah mengundang 165 Kabupaten/Kota/Provinsi untuk melakukan penilaian, namun hanya 107 Kabupaten/Kota/Provinsi yang berhasil memenuhi undangan ini. Lebih lanjut Bapak yang akrab disapa Ibeng ini mengatakan bahwa berbicara Smart City sangatlah luas, karena terdapat enam dimensi yang harus dilihat yaitu Smart Government, Smart Branding, Smart Economy, Smart Living, Smart Society dan Smart Environment.

Smart City bukanlah e-Government, namun e-Goverment adalah bagian dari Smart City, dan Smart City tidak selalu berhubungan dengan TIK, namun TIK dapat menjadi pendukung bahkan penggerak terwujudnya Smart City,” ujar Plt. Dirjen Aptika mengakhiri.

Herry Abdul Azis, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi pada Kementerian Komunikasi dan Informatika dalam pembukaannya mengatakan bahwa Gerakan Menuju 100 Smart City dimulai sejak tahun 2017 dengan melibatkan 25 Kabupaten/Kota/Provinsi. Pada tahun 2018, pemerintah menambah 50 Kabupaten/Kota/Provinsi dan tahun ini pemerintah harus memilih 25 dari 107 Kabupaten/ Kota/ Provinsi.

Lebih lanjut disampaikannya bahwa asesmen dilakukan berdasarkan 3 (tiga) kriteria, pertama berdasarkan keuangan daerah, kota hijau dan pemanfaatan TIK, sedangkan hal yang dinilai adalah kuesioner yang telah diisi oleh Kabupaten/ Kota/ Provinsi sesuai format yang disediakan dan tidak kalah pentingnya adalah komitmen dari Kepala Daerah.

“Terima Kasih atas kehadiran Kepala Daerah pada kesempatan ini, dengan demikian daerah sudah ikut berpartisipasi mendukung terwujudnya Smart City tutup Herry sembari membuka acara secara resmi.

Pada sesi selanjutnya Zul Elfian mengekspose Visi, gambaran mikro serta impian Kota Solok kedepannya, sedangkan Sekretaris Daerah memaparkan analisa GAP yang terdapat di Kota Solok. Tak ketingggalan kesiapan infrastruktur TIK dan kesiapan menuju Smart City serta kesiapan anggaran daerah untuk mendukung program ini turut dipaparkan oleh Kepala Dinas Kominfo dan Bappeda.

Pada akhir proses penilaian Walikota Solok menutup dengan pernyatan jika Kota Solok bisa masuk  dalam 25 Kabupaten /Kota terpilih, maka Kota Solok siap untuk dilakukan pendampingan penyusunan Masterplan Smartcity dengan fokus pada lingkungan serta akan menyiapkan anggaran yang dibutuhkan. (sh)

Tags: , , , , ,