Audit Maternal Perinatal (AMP)

Audit Maternal Perinatal (AMP)

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok adakan pertemuan Audit Maternal Perinatal (AMP) tahun 2020, di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Senin ( 30/11/2020 ).

Acara tersebut dihadiri oleh Kabid Pengendalian penyakit dan Kesehatan masyarakat dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kasi Kesehatan keluarga dan Gizi Masyarakat, Ns. Aprinur Azwira, S.Kep beserta staf, Pengelola Program Ibu dan Anak, Pengelola Pustu, BPS, RS serta Klinik. Narasumber pada acara ini diisi oleh dr.I.G.M Afridoni Aradita,Sp.A.

Dalam sambutannya dr. Pepy Ledy Soffiany menyampaikan Otopsi Verbal adalah informasi tentang sebab kematian digunakan untuk prioritas kesehatan masyarakat, pola penyakit, tren penyakit dan untuk evaluasi dampak upaya preventif ataupun promotif.

“Audit Maternal Perinatal (AMP) menurut Departemen Kesehatan merupakan suatu kegiatan untuk menelusuri kembali sebab kesakitan dan kematian ibu dan perinatal dengan tujuan mencegah kesakitan dan kematian yang akan datang,” lanjut Peppy

Kematian ibu akibat persalinan tidak hanya disebabkan oleh faktor kesehatan sang ibu semata seperti kekurangan gizi, anemia dan hipertensi, melainkan juga turut dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti ketersediaan infrastruktur kesehatan yang memadai, serta kesadaran keluarga untuk meminta bantuan tenaga kesehatan dalam proses persalinan. Kematian ibu umumnya terjadi akibat komplikasi saat, dan pasca kehamilan.

“Adapun jenis-jenis komplikasi yang menyebabkan mayoritas kasus kematian ibu (sekitar 75% dari total kasus kematian ibu) adalah pendarahan, infeksi, tekanan darah tinggi saat kehamilan, komplikasi persalinan, dan aborsi yang tidak aman,” jelas Peppy.

Selanjutnya, dr.I.G.M Afridoni Aradita,Sp.A. menjelaskan tentang otopsi verbal kematian Perinatal-Neonatal (OVP) di masyarakat yaitu Identitas responden, lokasi dan waktu terjadinya kematian, Riwayat kehamilan & persalinan sekarang, riwayat kehamilan dan persalinan terdahulu (terakhir), masalah non medis, resume dan penyelesaian formulir. Formulir pengkaji adekuat, disesuaikan dengan masing-masing level pelayanan kesehatan yang ada.

Kajian Tim Reviewer berdasar Evidence based dan etik,  untuk spesialis yang hadir sangat perlu mengerti tentang  kompetensi profesi. Tetap diperlukan reviewer internal dan eksternal dan Perlu panduan untuk membuat kesimpulan yang essensial. Saat  pengkajian analisis kematian berdasar alasan timbulnya kematian, area masalah teridentifikasi, penyebab kematian, grading.

Lebihlanjut dr.I.G.M Afridoni Aradita,Sp.A. menjelaskan penyebab kematian perinatal dan neonatal yaitu di akibatkan oleh empat faktor pertama, kelainan bawaan (parah atau berat ) hanya kelainan bawaan yang parah yang dimasukkan, kelainan biokimia yang serius seperti penyakit taichi dan gangguan genetik tunggal yang diketahui memiliki resiko tinggi kematian. Kedua, kematian karena asfiksia intra partum, anoksia atau trauma yaitu yang mengalami gangguan berat selama proses persalinan dan kelahiran.

Ketiga, Infeksi jika terdapat infeksi yang menyebabkan kematian missal infeksi maternal oleh streptokokus, rubella sifilis dan lainnya. Keempat, kecelakaan atau trauma non intra partum yakni kecelakaan atau trauma yang bukan karena proses persalinan, jika hanya kecurigaan harus dimasukkan sebagai kematian bayi mendadak yang tidak diketahui penyebabnya. (es)

Tags: , , , , , ,