Babinsa Kodim 0309/Solok Ikuti Workshop Petugas Tracer Covid-19

Babinsa Kodim 0309/Solok Ikuti Workshop Petugas Tracer Covid-19

Solok, (InfoPublikSolok) Tracing atau pelacakan kontak erat kasus Covid-19 menjadi salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk mengendalikan penyebaran kasus Covid-19. Pemerintah melibatkan TNI, khususnya Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam kegiatan tracing yang bertugas membantu petugas kesehatan.

Sebagai petugas tracer Covid-19 di wilayah teritorial Solok, Babinsa Kodim 0309/Solok mengikuti kegiatan Workshop Refreshing Tracer Covid-19 yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI, dilaksanakan secara virtual di ruang Yudha Makodim 0309/Solok, Jalan  A. Yani Kota Solok, Rabu (4/8/2021).

Sebagai tracer, nantinya para Babinsa berperan melacak orang-orang yang terinfeksi, mendata dan menemukan 30 orang yang kontak erat dengan penderita melalui strategi 3T, yaitu testing, tracing dan treatment, dalam tugasnya nanti bekerja sama dengan Puskesmas dan Bidan Desa.

Dandim 0309/Solok Letkol Arm Reno Triambodo, S.Sos, M.I.Pol, melalui Perwira Seksi Operasi (Pasiops) Kapten Saparudin, mengatakan, kegiatan ini sesuai dengan surat telegram Panglima TNI ST/883/2021 tanggal 3 Agustus 2021 tentang pelaksanaan Workshop Refreshing Tracer Covid-19 bagi petugas tracer Covid-19, yang digelar oleh Kementerian Kesehatan RI serta peran penting Babinsa dalam memutus mata rantai Covid-19.

“Karena Babinsa adalah garda terdepan yang berhubungan langsung dengan masyarakat di wilayah binaannya. Babinsa harus bersinergi dengan aparat Desa/ Nagari, Bhabinkamtibmas dan petugas kesehatan untuk menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro di wilayah binaanya serta selalu imbau masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dalam aktivitas sehari-hari guna mencegah dan memutus mata rantai covid-19,” ungkap Pasiops.

Pasiops mengungkapkan, tracing kontak erat yang saat ini dilaksanakan di lapangan dibantu oleh Babinsa, Bhabinkamtibmas dan Dinas Kesehatan dalam hal ini adalah Puskesmas dan Bidan Desa.

“Mereka melakukan secara manual dengan cara mendatangi masyarakat yang disinyalir melakukan kontak erat terhadap kasus konfirmasi,” ujarnya.

Kapten Saparudin menjelaskan bahwa pelacakan yang dilakukan adalah proses untuk mengidentifikasi menilai dan mengelola orang-orang yang kontak erat dengan kasus konfirmasi/ probable untuk mencegah penularan selanjutnya.

“Hal ini penting karena kasus konfirmasi dapat menularkan penyakit sejak 2 hari sebelum hingga 14 hari sesudah timbulnya gejala, pelacak kontak erat akan efektif jika terlaksana secara terintegrasi oleh seluruh komponen masyarakat di wilayah binaan Babinsa,” tutur Pasiops.

Ia juga menjelaskan tracing yang dilakukan Babinsa di lapangan dengan cara mendatangi masyarakat yang disinyalir melakukan kontak erat terhadap orang terkonfirmasi Covid-19.

“Nantinya akan dilakukan wawancara dan penyuluhan terkait pelaksanaan tes Covid-19 baik antigen maupun PCR (Polymerase Chain Reaction) dan juga karantina,” pungkas Kapten Saparuddin. (hn/re)

Tags: , , , , , , , ,