Balitbang Gelar Forum Pakar Standarisasi dan Pengawasan Jajanan Pangan Anak Sekolah

Balitbang Gelar Forum Pakar Standarisasi dan Pengawasan Jajanan Pangan Anak Sekolah

Solok, (InfoPublikSolok) –  Senin (09/03) bertempat di Aula Balitbang Kota Solok, Balitbang menggelar acara Forum Pakar Standarisasi dan Pengawasan Jajanan Pangan Anak Sekolah di Kota Solok.

Seperti pisau bermata dua, satu sisi pengawasan terhadap jajanan anak sekolah jadi tuntutan para orangtua di kota Solok yang menginginkan anak mereka mengkonsumsi jajanan sehat dengan kandungan gizi mencukupi serta kebersihan jajanan yang terjamin. Sisi lainya, pengaturan ini justru menjadi penghambat usaha ekonomi  pedagang jajanan.

” Acara diskusi merupakan perwujudan dari Misi ke III (Diskusi Forum Pakar Standarisasi dan Pengawasan Jajanan Pangan Anak Sekolah di Kota Solok), serta Misi ke V (Menekan Angka Kemiskinan dan Mengurangi Permasalahan Sosial Lainnya) dari Walikota Solok saat ini, ” ungkap Marwis, Kepala Balitbang.

Saat acara berlangsung Ketua Asosiasi Pedagang  mengungkapkan keluhannya, mereka selama ini selalu dipandang sebelah mata, menjadi objek kesalahan atas kebersihan dan kandungan gizi dari makan yang mereka jual, padahal pekerjaan mereka berdagang merupakan bentuk naluri bertahan hidup, daripada melakukan tindakan kriminal.

Sementara itu Asisten III Bidang  Ekonomi, Muhammad berpendapat  bahwa bagi orang tua, anak merupakan aset paling berharga yang mereka miliki, dan agar ia bisa berkontribusi buat masyarakat dimasa yang akan datang, tentu ia perlu sehat dan kuat. Untuk itu asupan makanan yang dikonsumsi oleh anak perlu mendapat perhatian khusus.

Dinas Kesehatan  selaku pihak yang berwenang melakukan pengawasan dan pembinaan pun menyatakan, ” Saat ini walaupun belum menemukan adanya jajanan anak yang berformalin di Kota Solok, akan tetapi pihaknya menemukan kantin-kantin sekolah serta penjual makan yang ada di luar sekolah dan menu-menunya belum memenuhi standar jajanan yang sehat. Ditandai dengan kantin adanya kantin yang dekat dengan WC atau tempat sampah dan hidangan siap saji, Sehingga jajanan yang ada masih rentan, terpapar cemaran kimia dan cemaran lingkungan serta menjadi kurang nilai gizinya, ” ujar Hidayatu Rahmi.

Senada dengan itu, pihak BP POM yang turut hadir sebagai narasumber, menyatakan Idealnya makanan yang akan diolah dan piring saji dicuci dengan air bersih yang mengalir. Disimpan ditempat yang bersih, terhindar dari paparan bakteri yang akan membuat makanan rusak atau busuk.

Lebih lanjut pihak BPOM mengungkapkan keamanan pangan merupakan tanggung jawab bersama. Harus ada peran dari pemerintah, baik Pusat maupun daerah, pihak swasta/ produsen dan masyarakat selaku konsumen.

Jose Rizal Ketua Komisi II Bidang Pembangunan dan Infrastruktur DPRD Kota Solok mengungkapkan Perda yang telah dibuat  mengenai Perlindungan anak dan Perempuan belum memuat tentang jajanan sekolah. Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan OPD terkait dan seluruh unsur yang terlibat dalam jajanan sehat anak akan merumuskan aturan yang tidak hanya melindungi orangtua, melainkan juga pedagang yang memutar ekonomi Kota Solok.

Hal ini diamini oleh perwakilan asosiasi pedagang, merekapun juga berharap bisa mendapat pembinaan Sebagaimana pembinaan yang sama dengan pemilik kantin yang berada didalam lingkungan sekolah daripada dibinasakan. (iv)

Tags: , , , , , , ,