Balitbang Solok Kunjungi Balitbang Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau

Balitbang Solok Kunjungi Balitbang Kota Pekanbaru dan Provinsi Riau

Pekanbaru (InfoPublikSolok) -Demam inovasi menggejala di Pemerintahan Daerah, ini terlihat saat Balitbang Kota Solok melakukan kunjungan dalam rangka sharing informasi sekaligus melakukan studi banding peningkatan kapasitas lembaga dan pengelolaan kelitbangan dengan Badan Litbang Kota Pekanbaru dan Badan Litbang Provinsi Riau pada hari Selasa hingga Rabu (26-27/02/2019) di kantor masing-masing badan litbang tersebut.

Alih-alih berdiskusi mengenai penguatan kelembagaan pada Lembaga Litbang Daerah, sesuai dengan misi yang dibawa oleh sekretariat Badan Litbang Kota Solok. Dua badan litbang daerah Riau ini, saat studi banding justru lebih banyak berbicara mengenai inovasi. Badan Litbang Kota Pekanbaru misalnya, yang baru akan melaksanakan Laboratorium Inovasi Pelayanan Publik, banyak menggali pegalaman Kota Solok dalam pelaksanaan Laboratorium Inovasi, mulai penyusunan MoU hingga pelaksanaan Display Inovasi. Sementara itu, Badan Litbang Provinsi Riau, lebih banyak mengupas bagaimana kisah mereka yang cukup sukses dalam mengangkat Sagu sebagai produk unggulan daerah.

Sekretaris Badan Litbang Kota Solok,Afrizal, M.Eng mengungkapkan, “Memang dalam pengelolaan organisasi kelitbangan daerah tak terlepas dari 3 persoalan utama yaitu, penguatan perangkat kelembagaan, efektivitas dan efesiensi pelaksanaan kelitbangan serta memaksimalisasi pelaksanaan inovasi. Dan “Inovasi” menurutnya lebih lanjut, menjadi kunci dari semua bidang tersebut. Bukan saja karena kegiatan inovasi yang paling terlihat dari seluruh aktivitas Badan Litbang, akan tetapi juga karena seluruh kegiatan kelitbangan adalah inovasi yang dilakukan lewat kajian dan penelitian. Bahkan kegiatan Badan litbang dalam mengelola fungsi penunjang penelitian dan pengembangan, memerlukan inovasi supaya seluruh hasil kelitbangan, dilaksanakan oleh stake holder terkait,” jelas  Afrizal.

Banyak masukan berharga yang Balitbang Kota Solok peroleh, terutama dalam usahanya mengangkat Produk unggulan Minyak atsiri Serai Wangi. Adalah pengalaman Badan Litbang Provinsi Riau, ketika menjadikan Sagu, sebagai komoditas yang mampu mengangkat ekonomi daerah Meranti, sebagaimana diungkapkan oleh dari 3 (tiga) peneliti mereka yaitu. Pertama Badan Litbang perlu membuat Perwako dan Pergub yang mendukung komoditas unggulan mulai dari penanaman, pengolahan pasca panen, produksi minyak atsiri dan turunannya hingga pemasaran minyak Atsiri Serai Wangi. Kedua Badan Litbang perlu menggalang kerjasama antara antara pihak Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Pemerintah dalam mengangkat Produk unggulan Minyak Atsiri jenis serai wangi. Ketiga Badan Litbang Kota Solok perlu membuat Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan pihak manapun yang terkait (Akademisi, Bisnis, Komunitas, dan Pemerintah) dalam pengembangan produk unggulan untuk kepastian hukum atas kerjasama yang dilakukan.

Keempat sebagai Produk unggulan Minyat Atsiri serai wangi perlu dimasukkan kedalam Kluster Inovasi untuk memudahkan bantuan serta dukungan dari semua pihak. Kelima Badan Litbang perlu melakukan fasilitasi dalam pemudahan pemasaran yang diperlukan, seperti sertifikat BPPOM dan ijin edar dari lembaga terkait. Keenam Badan Litbang perlu mengkoordinir OPD terkait untuk membuat program dan kegiatan yang bersifat menggalakkan penggunaan minyak atsiri serai wangi dan produk turunannya dengan jargon-jargon yang mudah dikenal, agar produk minyak atsiri beserta turunannya digunakan oleh warga lokal Kota Solok dan selanjutnya menjadi produk khas yang dijual dalam menunjang pariwisata. (iv)

 

Tags: , , ,