Banggar DPRD Kota Solok Bahas RAPBD Perubahan TA 2022 bersama TAPD

Banggar DPRD Kota Solok Bahas RAPBD Perubahan TA 2022 bersama TAPD

Bukittinggi, (InfoPublikSolok) – Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Solok bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pemko Solok melaksanakan Pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 terhitung dari tanggal 26-29 September 2022 bertempat di Hotel Royal Denai, Bukittinggi.

Pembahasan Banggar tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Solok, Hj. Nurnisma didampingi Wakil Ketua Efriyon Coneng dan Bayu Kharisma serta anggota Banggar di antaranya, Andi Marianto, Deni Nofri Pudung, Rusnaldi, Yoserizal, Rusdi Saleh, Harizal, Andi Eka Putra dan Wazadly serta Sekretaris DPRD Kota Solok, Zulfahmi. Sementara dari TAPD dipimpin oleh Sekda, Syaiful. A dan dihadiri juga oleh Asisten, Staf Ahli, Bappeda, BKD serta OPD Kota Solok.

Ketua Badan Anggaran Hj. Nurnisma menyampaikan, sebelumnya tanggal 14 September 2022 Badan Musyawarah DPRD Kota Solok telah menjadwalkan beberapa agenda kedewanan selama bulan September hingga awal Oktober.

“Salah satu agenda yang kita fokuskan saat ini adalah menuntaskan pembahasan Ranperda Perubahan APBD Tahun Anggaran 2022 yang sesuai jadwal akan kita rencanakan untuk melaksanakan persetujuan bersama melalui Rapat Paripurna pada tanggal 30 September 2022,” jelasnya.

Sebelumnya, pada 20 September 2022 Walikota Solok, Zul Elfian Umar telah menyampaikan Nota Penjelasan Ranperda Keuangan Perubahan APBD 2022. Pada saat Paripurna tersebut, Walikota menjelaskan gambaran umum Perubahan APBD Kota Solok Tahun 2022 yaitu, Pendapatan Daerah semula dianggarkan Rp.533.758.440.371 bertambah sebesar Rp18.998.772.813 atau 3,56% sehingga menjadi Rp552.757.213.184.

Untuk belanja daerah, semula dianggarkan sebesar Rp733.539.108.640 berkurang sebesar Rp78.941.322.645 atau turun sebesar 10,76%. Setelah perubahan menjadi Rp654.597.785.995.

Sedangkan defisit anggaran semula diperkiraan sebesar Rp199.780.668.269 berkurang sebesar Rp97.940.095.458,00 atau turun sebesar 49,02%. Setelah perubahan menjadi Rp101.840.572.811.

Untuk pembiayaan neto, semula diperkirakan sebesar Rp199.780.668.269 berkurang sebesar Rp97.940.095.458 atau turun 49,02%. Setelah perubahan menjadi Rp101.840.572.811 dan untuk jumlah sisa lebih pembiayaan tahun berjalan seluruhnya diperkirakan dapat memenuhi defisit anggaran. (wh)

Tags: , ,