Bank Mandiri Distribusikan 800 Kartu Tani

Bank Mandiri Distribusikan 800 Kartu Tani

Solok, (InfoPublikSolok) – Salah satu kebijakan pemerintah dalam rangka meningkatkan produktifitas petani, adalah dengan meluncurkan pupuk bersubsidi. Untuk menghindari penyalahgunaan pupuk bersubsidi, pemerintah mengubah sistem distribusi yang awalnya terbuka menjadi sistem tertutup. Dengan sistem tertutup ini petani akan mendapatkan jatah subsidi sesuai lahan garapannya.

Perubahan sistem telah dilakukan bertahap sejak Tahun 2017 lalu dan tahun ini khusus Kota Solok sedang melalui tahap pendistribusian Tahap kedua. Pada tahap kedua, Bank Mandiri selaku bank pelaksana kartu tani membagikan 285 keping kartu kepada seluruh petani di Kota Solok. Pembagian ini telah dilaksanakan di Aula Dinas Pertanian Kota Solok pada selasa (4/8/2020) untuk petani di Kecamatan Tanjung Harapan dan Kamis (6/8 2020) untuk petani di Kecamatan Lubuk Sikarah.

Turut hadir memantau pembagian Kartu Tani Kepala Dinas Pertanian Kota Solok Ikhvan Marosa dan Kepala Bidang Agribisnis, Prasarana dan Sarana, Eka Yulmalida. Dalam pembagian kartu tani ini, petani didampingi oleh Kepala Seksi Pupuk, Pestisida, Alat dan Mesin, Yuarnita dan penyuluh wilayahnya masing-masing.

Pembagian tahap kedua ini meyusul tahap pertama sehingga sampai saat ini Bank Mandiri Cabang Solok telah mengeluarkan 981 keping kartu untuk petani yang berhak. Dari 981 keping, 800 kartu tani telah terdistribusi dan sisanya belum diambil oleh petani yang bersangkutan. Kartu tani ini hanya diperuntukkan untuk petani yang memiliki/menggarap lahan kurang dari 2 hektar.

Pemerintah akan mentrasfer saldo sesuai jumlah subsidi yang diterima petani berdasarkan lahan garapannya. Uang di kartu tani hanya bisa dicairkan untuk membeli pupuk subsidi di kios-kios resmi lewat mesin Electronic Data Capture (EDC).

Kartu Tani digesek pada mesin EDC di kios pengecer pupuk bersubsidi. Petani memiliki nomor PIN masing-masing yang akan dimasukkan ke mesin EDC. Mesin EDC menampilkan informasi data alokasi pupuk dan data petani. Petani hanya dapat melakukan pembelian pupuk sesuai kebutuhan dan Petani juga dapat mengecek alokasi sisa kuota pupuk bersubsidi pada tahun berjalan.

Walau merupakan kartu debit, bantuan tunai pupuk bersubsidi ini tidak dapat diuangkan dan hanya untuk dapat digunakan untuk menebus pupuk subsidi. Pakai kartu, petani dapat membeli pupuk urea Rp 1.800/kg, kalau non subsidi 4.800/kg, artinya petani mendapat subsid Rp 3.000/kg (fa).

Tags: , , , , , , , ,