Bekatul Bisa di Sulap Menjadi Brownis yang Lezat

Bekatul Bisa di Sulap Menjadi Brownis yang Lezat

Solok, (InfoPublikSolok) – Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) IPA SMP Kota Solok berhasil memanfaatkan bahan bekatul (dedak padi) untuk di olah menjadi panganan brownis dalam kegiatan  pertemuan rutin dalam rangka meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran di dalam kelas pada Rabu (18/9) yang bertempat di SMPN 3 Kota Solok.

Kegiatan ini terlaksana dengan beberapa tahapan kegiatan yang telah dilaksanakan sebelumnya yaitu Sosialisasi hasil pelatihan yang dilaksanakan SEAMEO QITEP, yang diwakili oleh Dede Erlina, S.Pd dan Fauzia Isfandiari, S.Pd , kemudian menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) serta melaksanakan peer teaching (teknik menyampaikan menyampaikan materi ajar melalui rekan atau bantuan teman sendiri/tutor sebaya)

Bekatul adalah lapisan kulit bagian dalam yang membungkus butiran beras (endosperm). Ada juga yang mengatakan bahwa bekatul adalah kulit ari dari padi. Bekatul ternyata memiliki banyak sekali manfaat bagi kesehatan tubuh karena memiliki kandungan zat-zat gizi yang bervariasi dan cukup banyak yaitu karbohidrat, pati, protein, dan lemak juga beberapa jenis serat, serta aneka jenis vitamin yan diperlukan bagi tubuh yaitu tiamin (vitamin B1 vitamin B2 (riboflavin), vitamin  B3 (niasin), vitamin  B5 (asam pantotenat ), vitamin B6 (piridoksin), bioin kalin, asam folat dan inositol serta beberapa mineral penting bagi tubuh.

Pada tahun ini, tepatnya pada tanggal  13 – 19 Agustus, MGMP IPA Kota Solok diberi kehormatan sebagai salah satu dari 8 MGMP SMP/KKG SD se Indonesia untuk mengikuti kegiatan SEAQIS (SEAMEO QITEP South East Asia Ministry of Education Organization, Quality Improvement of Teacher and Education Personal ) , yaitu dalam rangka mengembangkan model pembelajaran STEM berbasis kearifan lokal dengan model pembelajaran Project Based Learning (PjBL). Ada 4 macam kearifan lokal yang dikembangkan yaitu : mangrove, kelautan, urban farming, dan pertanian.

MGMP IPA Kota Solok diberi tugas mengembangkan STEM berbasis kearifan lokal bagian pertanian dan karena Solok identik dengan julukan Kota Beras, maka dipilihlah untuk menggunakan bekatul (dedak padi) sebagai bahan pembuatan makanan olahan yang menghasilkan Brownis DP atau Brownis Dedak Padi.

Diharapkan nantinya model pembelajaran ini dapat diterapkan dalam pembelajaran di kelas oleh guru IPA Kota Solok, dimana peserta didik mampu menghasilkan produk olahan berbahan baku hasil samping padi/serealia, ungkapan ketua MGMP IPA Kota Solok ibu Dede Erlina, S.Pd yang merupakan guru SMP 3 Kota Solok (hu)

Tags: , , , , , ,

%d blogger menyukai ini: