Dasawisma Serry 2 Siap Kembangkan Bank Sampah, Fokus Pengelolaan dari Rumah Tangga

Dasawisma Serry 2 Siap Kembangkan Bank Sampah, Fokus Pengelolaan dari Rumah Tangga

Solok, InfoPublikSolok - Pemerintah Kota Solok melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PerkimLH) mendorong penguatan pengelolaan sampah dari sumber dengan melakukan survei rencana pembentukan pengurus bank sampah di Dasawisma Serry 2, Perumahan Pandan Puti KTK, Kamis (9/4).

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengatasi permasalahan sampah di Kota Solok, mengingat sekitar 81 persen timbulan sampah berasal dari rumah tangga.

Tim Dinas PerkimLH disambut oleh Ketua Dasawisma Serry 2, Iradian, bersama jajaran pengurus dan anggota. Dalam pertemuan tersebut, dibahas rencana pembentukan kepengurusan bank sampah serta penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

Tim PerkimLH menilai, bank sampah menjadi salah satu instrumen penting dalam mendorong penerapan ekonomi sirkular, di mana sampah dapat dipilah, didaur ulang, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Melalui Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas (PSLB3PK), Dinas PerkimLH juga memberikan pembinaan terkait pengelolaan bank sampah serta perkembangan pengolahan kompos yang telah lebih dulu dijalankan oleh Dasawisma Serry 2.

Penyuluh Lingkungan Hidup Muda, Nelli Amrianis, S.P, menyampaikan bahwa kegiatan pengolahan kompos di dasawisma tersebut telah berjalan dengan baik, didukung oleh kegiatan pertanian organik yang ada.

“Pengelolaan kompos sudah berjalan baik, dan kelompok ini juga sudah memiliki aktivitas bank sampah, meskipun kepengurusan resminya masih dalam proses pembentukan,” ujarnya.

Sementara itu, perwakilan Dasawisma Serry 2, Tun Sri Adam, menyampaikan harapan agar pemerintah dapat terus memberikan pendampingan, termasuk dukungan dalam pembangunan fasilitas sederhana untuk bank sampah.

Menanggapi hal tersebut, Penyuluh Lingkungan Hidup Madya, Agus Susanto, menjelaskan bahwa pembangunan sarana bank sampah untuk sementara dapat dilakukan secara swadaya oleh masyarakat.

“Pembangunan fasilitas dapat dilakukan secara swadaya. Untuk dukungan dari dinas, saat ini belum dapat dipastikan karena keterbatasan kondisi yang ada,” jelasnya.

Pemerintah Kota Solok berharap, melalui pembentukan bank sampah dan penguatan peran dasawisma, pengelolaan sampah dari sumber dapat semakin optimal, sehingga mampu menekan volume sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.


Komentar

Tinggalkan komentar