Mobile JKN Permudah Peserta Akses Layanan JKN, dari Pindah FKTP hingga Antrean Online

Mobile JKN Permudah Peserta Akses Layanan JKN, dari Pindah FKTP hingga Antrean Online

Solok, InfoPublikSolok — BPJS Kesehatan Cabang Solok terus mendorong kemudahan akses layanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui pemanfaatan layanan digital, salah satunya aplikasi Mobile JKN. Berbagai fitur yang tersedia memungkinkan peserta mengakses informasi dan mengurus sejumlah kebutuhan kepesertaan tanpa harus datang langsung ke kantor BPJS Kesehatan.

Kemudahan tersebut dirasakan Fauziah Zahratull (22), peserta JKN yang memanfaatkan aplikasi Mobile JKN untuk memperoleh informasi sekaligus mengakses berbagai layanan kepesertaan. Menurutnya, keberadaan layanan digital tersebut memberikan kemudahan karena dapat diakses melalui telepon seluler.

“Pelayanan di rumah sakit serta di BPJS Kesehatan menurut saya cukup baik. Saya biasanya menggunakan Mobile JKN untuk mendapatkan informasi tentang layanan kesehatan, karena lebih mudah dan bisa diakses melalui ponsel,” kata Fauziah

Selama masa kuliah, Fauziah sebelumnya terdaftar di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) yang berada di Kota Padang. Namun, ketika membutuhkan pelayanan pemeriksaan gigi di Solok, ia kemudian melakukan perpindahan FKTP agar lebih mudah mendapatkan pelayanan di tempat tinggalnya saat ini.

Proses perpindahan FKTP tersebut dilakukan Fauziah melalui aplikasi Mobile JKN. Menurutnya, layanan tersebut mudah digunakan dan prosesnya dapat dilakukan secara mandiri.

“Dulunya selama kuliah, saya mendaftar di puskesmas yang terletak di Padang. Kemarin saat saya ingin periksa gigi di Solok, saya pindah faskes ke Solok melalui Mobile JKN. Ternyata prosesnya mudah dan tidak ribet,” ungkapnya.

Selain perpindahan FKTP, Fauziah juga memanfaatkan fitur antrean online untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Fitur tersebut dinilainya membantu peserta mengatur kunjungan sehingga tidak perlu datang lebih awal hanya untuk mengambil nomor antrean.

“Saya juga menggunakan antrean secara online. Jadi lebih mudah dan tidak perlu repot-repot datang dari pagi ke rumah sakit hanya untuk mengambil antrean. Kita bisa mengatur hal itu terlebih dahulu lewat Mobile JKN,” ujarnya.

Pengalaman Fauziah menunjukkan bagaimana layanan digital dapat membantu peserta mengelola kebutuhan kepesertaan dan pelayanan kesehatan secara lebih praktis. Pemanfaatan Mobile JKN juga memberikan alternatif bagi peserta untuk memperoleh informasi serta mengakses sejumlah layanan secara mandiri melalui telepon seluler.

Fauziah berharap pengembangan layanan digital JKN terus dilakukan sehingga semakin mudah digunakan dan dapat memenuhi kebutuhan peserta.

“Harapan saya, Mobile JKN semakin mudah digunakan dan berbagai layanan yang tersedia semakin lengkap. Semoga seluruh peserta semakin merasakan manfaatnya, karena banyak hal bisa dikerjakan sendiri lewat aplikasi tanpa harus datang langsung,” tutup Fauziah.


Komentar

Tinggalkan komentar