Pemko Solok Pastikan MBG Berjalan Sesuai Ketentuan Lewat Monev SPPG
Solok, InfoPublikSolok – Pemerintah Kota Solok telah melaksanakan kegiatan monitoring dan evaluasi pelaksanaan program Makanan Bergizi Gratis (MBG) pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) se-Kota Solok. Kegiatan ini dilaksanakan dari Rabu hingga Jum'at, 15 sampai dengan 17 April 2026, sesuai dengan Surat Tugas Nomor B/800.1.11.1/35/Dispertapang-2026.
Tim yang terdiri dari unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Solok dibagi ke dalam tiga tim dan telah melakukan kunjungan ke berbagai titik SPPG di Kota Solok, di antaranya SPPG KTK 2 (Labkesda lama), SPPG KTK 1 (Simpang Aro), SPPG Simpang Rumbio, SPPG PPA 2, SPPG VI Suku 1, SPPG Tanah Garam 1 dan 2, SPPG VI Suku 2, hingga SPPG Kampung Jawa, Nan Balimo, dan Laing.
Dari hasil pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut, tim menemukan sejumlah hal yang perlu menjadi perhatian pengelola SPPG guna meningkatkan kualitas layanan. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kota Solok, Ade Kurniati, dari Sekretariat Satuan Tugas Monitoring dan Evaluasi MBG.
“Secara umum pelaksanaan program MBG sudah berjalan, namun masih terdapat beberapa hal yang perlu menjadi perhatian, baik dari sisi pengelolaan, kebersihan, maupun kelengkapan sarana pendukung agar ke depan bisa lebih optimal,” ujar Ade Kurniati.
Ia menegaskan bahwa Program MBG merupakan program nasional yang harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan. “Seluruh SPPG diharapkan dapat menjalankan kegiatan secara tertib, terukur, dan sesuai standar yang berlaku,” tegasnya.
Lebih lanjut, Ade Kurniati menyampaikan bahwa setiap temuan yang diperoleh tim di lapangan akan menjadi bahan evaluasi. “Seluruh temuan Satgas akan kami laporkan dan sampaikan kepada Badan Gizi Nasional sebagai bahan evaluasi dan perbaikan program ke depan,” ungkapnya.
Terkait aspek teknis di lapangan, ia juga menyoroti pentingnya penanganan pengelolaan air limbah. “Khusus untuk pengelolaan air limbah, perlu dilakukan penanganan yang lebih optimal melalui koordinasi dengan OPD terkait, agar sesuai dengan ketentuan lingkungan yang berlaku,” jelasnya.
Selain itu, tim Satgas akan terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan. “Kami akan melaksanakan monitoring secara berkala maupun inspeksi mendadak sebagai langkah pengawasan dan upaya perbaikan ke depan,” tambahnya.
Ia juga menekankan bahwa program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari kinerja pemerintah daerah. “Program ini juga menyangkut kinerja pemerintah daerah dalam mendukung program nasional, sehingga dibutuhkan komitmen dan sinergi seluruh pihak agar pelaksanaannya efektif, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tutupnya.
Pemerintah Kota Solok berharap melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, kualitas layanan SPPG semakin meningkat sehingga program Makanan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat di Kota Solok.




















