RSBG 2026 Diundur, Pemko Solok Usung Semangat “Bangkit Bersama Arosuka”

RSBG 2026 Diundur, Pemko Solok Usung Semangat “Bangkit Bersama Arosuka”

Solok, InfoPublikSolok – Pemerintah Kota Solok bersama unsur adat sepakat menyesuaikan jadwal pelaksanaan Rang Solok Baralek Gadang (RSBG) 2026 sebagai bentuk empati dan kepedulian terhadap masyarakat Arosuka, Kabupaten Solok, yang terdampak musibah galodo.

RSBG 2026 yang semula dijadwalkan pada 3–10 Oktober 2026, kini disesuaikan menjadi 10–13 Oktober 2026. Penyesuaian jadwal tersebut merupakan hasil kesepakatan Pemerintah Kota Solok bersama unsur adat, yakni Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM), dan Ketua Bundo Kanduang.

Penyesuaian tersebut dilakukan menyusul musibah galodo yang terjadi di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok, pada 21 September 2026. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan Pemerintah Kota Solok untuk memberikan ruang bagi masyarakat dalam menunjukkan empati dan kepedulian kepada dunsanak yang terdampak bencana. Pemerintah Kota Solok sebelumnya juga telah mengerahkan personel dan relawan untuk membantu penanganan bencana di Arosuka.

Wali Kota Solok Ramadhani Kirana Putra, saat menyampaikan keterangan di Balai Kota Solok, Selasa (29/9/2026), mengatakan hubungan masyarakat Kota dan Kabupaten Solok merupakan hubungan badunsanak yang memiliki ikatan sejarah, adat, dan kekerabatan yang kuat.

Menurutnya, ketika dunsanak di Arosuka tertimpa musibah, masyarakat Kota Solok perlu hadir dengan kepedulian dan semangat kebersamaan.

“Ketika dunsanak kita di Arosuka tertimpa musibah, sudah sepatutnya kita hadir dengan empati dan kepedulian. Kita adalah badunsanak, dan musibah yang dialami dunsanak kita juga menjadi keprihatinan kita bersama,” ujar Ramadhani.

Sejalan dengan penyesuaian jadwal tersebut, RSBG 2026 hadir dengan tema “RSBG—Bangkit Bersama dengan Arosuka.”

Tema tersebut menegaskan bahwa RSBG tidak hanya dimaknai sebagai perhelatan budaya dan kegiatan masyarakat, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan, saling menguatkan, serta menunjukkan kepedulian kepada masyarakat yang sedang menghadapi musibah.

Wali Kota Solok juga mengajak seluruh masyarakat dan 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13, baik yang berada di wilayah Kota maupun Kabupaten Solok, untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan RSBG 2026.

“RSBG ini adalah alek kita bersama. Mari kita sukseskan bersama dengan tetap membawa semangat persaudaraan dan kepedulian. Kita tunjukkan bahwa dunsanak kita di Arosuka tidak berjalan sendiri menghadapi musibah,” katanya.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai adat Minangkabau yang mengajarkan pentingnya saling menguatkan, membantu, dan menjaga hubungan badunsanak dalam menghadapi setiap keadaan.

Nilai tersebut menjadi bagian dari semangat RSBG 2026 yang diharapkan dapat mempererat hubungan masyarakat di Kota dan Kabupaten Solok, khususnya 13 nagari yang tergabung dalam Kubung 13.

Pemerintah Kota Solok mengajak seluruh masyarakat, unsur adat, komunitas, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang terlibat untuk bersama-sama menyukseskan rangkaian RSBG 2026 yang akan berlangsung pada 10–13 Oktober 2026.

Melalui semangat “Bangkit Bersama dengan Arosuka”, RSBG 2026 diharapkan menjadi momentum untuk merawat persaudaraan, memperkuat kepedulian, serta menunjukkan bahwa masyarakat Kota Solok senantiasa hadir dan saling menguatkan ketika dunsanak menghadapi musibah.

Kota Solok hadir untuk Arosuka. Bangkit bersama, kuat bersama.


Komentar

Tinggalkan komentar