BPBD Kota Solok Ikuti Simulasi Penanggulangan Gempa Megathrust

BPBD Kota Solok Ikuti Simulasi Penanggulangan Gempa Megathrust

Padang, (InfoPublikSolok) – Sumatera Barat merupakan salah satu daerah yang memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, terutama bencana gempa dan tsunami.

Dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prov. Sumatera Barat mengelar kegiatan rencana kontijensi tsunami provinsi Sumatera Barat (peningkatan simulasi dan pelatihan kebencanaan) pada 4-6 april 2019 di Kryad Hotel Bumiminang Padang.

Peningkatan simulasi dan pelatihan kebencaan ini dilakukan dalam bentuk kegiatan Table Top Exercise (TTx), Command Post Exercise (CPx) dan Field Training Exercise (FTx) yang diikuti seluruh seluruh stakeholder yang terkait dengan pengurangan risiko bencana terdiri seluruh BPBD Kabupaten Kota se-Sumatera Barat, TNI, POLRI, PMI, Dinas Sosial, ORARI, RAPI, PU, TAGANA, BMKG.

BPBD Kota Solok diwakili Agus Susanto selaku Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan dan Adel Wiratama selaku Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi.

Rencana kontijensi tsunami Provinsi Sumatera Barat ini secara resmi dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit.

Dalam arahannya, Nasrul Abit mengatakan bahwa Pemprov Sumatera Barat ke depannya akan secara berkelanjutkan mengadakan kegiatan pelatihan dan simulasi dalam menghadapi bencana untuk peningkatan kesiapsiagaan dalam penanggulangan resiko bencana gempa dan tsunami.

Bencana gempa dengan skala besar (megathrust) dapat terjadi kapan saja. Untuk itu dalam hal ini Wagub mengimbau kepada seluruh masyarakat Sumatera Barat terutama yang berdomisili pada zona terdampak agar selalu waspada dan siapsiaga.

Kegiatan ini disimulasikan dengan gempa skala besar (megathrust) dan tsunami di Mentawai, mulai dari simulasi ews, penyebaran informasi, penetapan status tanggap darurat, pembentukan posko tanggap darurat, pengerahan sumber daya PB dan manajemen posko.

Table Top Exercise (TTx), Command Post Exercise (CPx) dan Field Training Exercise (FTx) bertujuan untuk melatih seluruh insan kebencanaan berkoordinasi dan bekerjasama dalam penanggulangan bencana.

Sehingga ketika terjadi bencana koordinasi dapat dibangun dengan cepat. Dan untuk Instansi sudah tahu tugas masing-masing yang harus dilakukan dalam penanggulangan bencana dan tanggap darurat. (aw)

Tags: , ,