BPTP Sumbar Latih Petani Kota Solok Teknologi Jajar Legowo Super

BPTP Sumbar Latih Petani Kota Solok Teknologi Jajar Legowo Super

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam perkembangannya kawasan kota selalu mengarah kepada berkurangnya lahan terbuka dan bertambahnya lahan terbangun. Hal yang sama juga berlaku di Kota Solok, sebuah kota kecil yang selama ini dikenal sebagai kota beras, lekat dengan imej sebagai kota kecil dengan kultur pertanian yang kuat.

Seiring berjalannya waktu kebutuhan lahan untuk permukiman, fasilitas umum, kawasan perdagangan dan aktivitas lainnya semakin meningkat yang berakibat semakin banyaknya alih fungsi lahan sawah menjadi lahan terbangun. Disaat yang sama kebutuhan akan bahan pangan cenderung meningkat, sementara lahan sawah cenderung berkurang.

Dengan keterbatasan lahan maka upaya yang dapat ditempuh untuk meningkatkan produksi bahan pangan adalah melalui intensifikasi. Salah satu metoda intensifikasi lahan (dalam hal ini komoditas padi) adalah penerapan Teknologi Jajar Legowo.

Dalam rangka memasyarakatkan penerapan teknologi Jajar Legowo maka Dinas Pertanian Kota Solok mengadakan Kursus Tani dengan menghadirkan narasumber Ir. Syahrial Abdullah, MS dari Balai Penelitian Teknologi Pertanian (BPTP) Sumatera Barat, Sukarami.

Peserta Kursus Tani kali ini terdiri dari anggota Kelompok Tani Setia Kawan, Kelurahan Tanah Garam sebanyak 25 orang petani. Kursus Tani diadakan di Aula UPTD BPP Kecamatan Lubuk Sikarah pada hari Senin (8/4/2019).

Acara dibuka oleh Kepala UPTD BPP Kecamatan Lubuk Sikarah, Ermanto, SP didampingi oleh Kasi Penerapan Teknologi Fathoni Abdillah, S.Pt, M.Eng, Penyuluh Pertanian Wilayah Binaan Kelurahan Tanah Garam, Rika Arisanti, beserta jajaran di Bidang Penyuluhan Ricky, SP, M.Si. dan Adek Yulianti, S.Hum.

Narasumber Syahrial Abdullah yang merupakan Peneliti Utama di BPTP ini dalam materinya memberikan penjelasan tentang pengertian sistim jajar legowo, keuntungan teknologi jajar legowo dan jenis-jenis teknologi jajar legowo. Nara Sumber membagi materi Kursus Tani menjadi tiga sub bahasan yang menggambarkan tiga tipe teknologi jajar legowo yaitu; Jarwo (Jajar Legowo) 4:1, Jarwo 2:1 dan Jarwo Super.

Masing masing tipe memiliki kesamaan prinsip yaitu adanya baris kosong/lowong antara 2 hingga 4 baris padi, sedangkan perbedaannya terletak pada pengaturan baris padi dan teknologi budidaya yang diterapkan.

Pada Jarwo 4:1 dan 2:1 masih menekankan hanya pengaturan baris tanam padi, sedangkan Jarwo Super pengembangan teknologi budidaya melangkah lebih jauh dengan penggunaan varietas unggul, penggunaan biodekomposer, pupuk organik, pengendalian hama dan penyakit dengan pestisida nabati dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) dalam tahapan tanam dan panen.

Setelah pemaparan materi dilanjutkan dengan diskusi yang langsung dipandu oleh narasumber seputar praktek penerapan teknologi jajar legowo. (fa)

Tags: , , , , , ,