Cegah Balita Gizi Buruk, Pemko Solok Bantu Keluarga Rawan Pangan

Cegah Balita Gizi Buruk, Pemko Solok Bantu Keluarga Rawan Pangan

Solok, (InfoPublikSolok) – Kota Solok merupakan kota kecil yang sudah mulai memperlihatkan perkembangan dan kemajuan di berbagai sektor kehidupan. Namun demikian ditengah-tengah perkembangan ini masih ditemui masyarakat dengan kondisi ekonomi yang rendah (tergolong keluarga miskin).

Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah terutama terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak yang merupakan generasi penerus bangsa. Guna mengatasi permasalahan ekonomi masyarakat yang rendah ini, Pemerintah Kota Solok melakukan berbagai upaya melalui beberapa program.

Sesuai dengan Perpres Nomor 166 Tahun 2014 tentang Program Percepatan Penanggulangan Kemiskinan, dikatakan bahwa penanggulangan kemiskinan adalah kebijakan dan program pemerintah pusat dan daerah yang dilakukan secara sistematis, terencana dan bersinergi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk mengurangi jumlah penduduk miskin dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui pemberdayaan masyarakat, pemberdayaan usaha ekonomi mikro dan kecil serta program lain dalam rangka meningkatkan kegiatan ekonomi.

Berdasarkan hal tersebut melalui Dinas Pangan Kota Solok, diwujudkan dengan pemberian bantuan bahan pangan kepada 100 keluarga miskin di Kota Solok yang mempunyai anak Bawah Lima Tahun (Balita) dengan status gizi kurang/buruk dan stunting (pendek). Data Balita ini diperoleh dari Dinas Kesehatan melalui UPTD Puskesmas yang ada di Kota Solok.

Namun sebelum intervensi (pemberian bantuan) terlebih dahulu dilakukan investigasi ke lapangan yaitu kegiatan peninjauan ke lokasi yang terindikasi rawan pangan untuk melihat langsung dan melakukan cross check terhadap kejadian rawan pangan dan gizi masyarakat, sekaligus mengumpulkan data dan informasi guna mengidentifikasi permasalahan, sasaran penerima manfaat, serta jenis bantuan yang diperlukan.

Pelaksanaan investigasi dilaksanakan oleh Tim dari Dinas Pangan dengan melibatkan ahli gizi dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas yang pelaksanaannya dimulai sejak akhir Mei 2019. Sasaran pelaksanaan investigasi dan pemberian bantuan bahan pangan ini yaitu keluarga miskin yang mempunyai balita dengan status gizi kurang/buruk dan stunting (pendek).

Jenis bahan pangan yang diberikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari yaitu masing-masing beras (@ 20 Kg), telur puyuh (@100 butir), gula pasir (@3 Kg), minyak goreng (@5 liter) dan sarden (@1 kaleng).

“Pemberian bantuan rawan pangan ini merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap Balita, dan diharapkan berdampak terhadap perbaikan kesehatan Balita kedepannya.” harap Fahlen Indriani, SP saat pelaksanaan penyerahan bantuan, Selasa (26/6).

“Kegiatan ini adalah salah satu cara perbaikan gizi, terutama Balita, karena tidak semua KK miskin memiliki Balita gizi buruk, artinya perhatian dan kasih sayang orang tua adalah kunci terhindarnya anak dan Balita dari gizi buruk dan atau stunting,” jelasnya.

Sementara, Kabid Ketersediaan dan Distribusi Pangan, Ir. Efrizal Hasdi mengharapkan semoga pemberian bantuan ini bermanfaat dan menjadi stimulan perbaikan gizi, sehingga bertambah berat badan Balita penerima hendaknya. (rab)

Tags: , , , ,