Dekranasda Sumbar Identifikasi IKM Unggulan Kota Solok

Dekranasda Sumbar Identifikasi IKM Unggulan Kota Solok

Solok, (InfoPublikSolok) – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Sumatera Barat Kunjungi Dekranasda Kota Solok dalam rangka melakukan identifikasi IKM (Industri Kecil Menengah) kerajinan potensial yang akan mengikuti kegiatan Tamu Bisnis ke Jakarta, Medan dan Malaysia.

Kedatangan Rombongan yang dipimpin Ketua Dekranasda Sumbar Ny. Nevi Irwan Prayitno disambut baik oleh Ketua Dekranasda Kota Solok Ny. Hj. Zulmiyetti di Gazebo Rumah Dinas Walikota Solok, Senin (11/3/2019).

Dalam sambutannya Ny. Hj. Zulmiyetti mengatakan, Kota Solok saat ini sedang berusaha mengejar ketertinggalan dari daerah lain, mengingat Kota Solok tidak cukup mempunyai Sumber Daya Alam. Salah satu langkah yang diupayakan dalam mengejar ketertinggalan itu, dijelaskannya, Kota Solok berupaya melahirkan songket, batik, sulaman khas Kota Solok guna menarik perhatian wisata ke Kota Solok.

Diungkapkan Ny. Hj. Zulmiyetti, hal tersebut digunakan sebagai pengembangan IKM di Kota Solok, Dekranasda juga terus mempromosikan batik khas Kota Solok dengan digunakan sebagai pakaian dinas resmi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kota Solok.

Tahun 2016 lalu, Kota Solok berhasil meluncurkan batik khas Kota Solok, dan telah disalurkan sebanyak 3400 untuk seluruh ASN di Kota Solok.

“Semenjak 2016 lalu kami sudah luncurkan sebanyak 3400 seragam batik khas Kota Solok untuk digunakan oleh ASN Kota Solok sebagai pakaian dinas resmi pada Hari Kamis,” imbuhnya.

Ia menambahkan dengan adanya kunjungan dari Dekranasda Provinsi Sumatera Barat ini dapat memberikan binaan serta saran bagi IKM yang ada di Kota Solok agar kedepannya barang yang dihasilkan lebih berkualitas lagi daripada sebelumnya.

Disisi lain, Ketua Dekranasda Provinsi Sumatera Barat Ny. Nevi Zuairina ungkapkan kepada seluruh IKM pertahankan potensi yang sudah ada. Ia menambahkan UKM harus lebih agresif lagi meningkatkan kualitas barang dan selalu ikuti tren yang ada.

“Kalau bisa kita harus mencapai omset Rp. 500 juta, kita harus agresif lagi berproduksi karena kerajinan lain selalu berupaya meningkatkan hasil-hasil kerajinan yang mereka miliki,” pungkasnya. (sna)

Tags: , , , ,