Dinas Kesehatan Adakan Pelatihan PPTM

Dinas Kesehatan Adakan Pelatihan PPTM

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan adakan Pelatihan Program Penyakit Tidak Menular (PPTM) bagi guru SLTP/SLTA dan Perguruan Tinggi Se-Kota Solok tahun 2019, Kamis (3/10/2019), di aula puskesmas Nan Balimo Kota Solok.

Acara ini dihadiri oleh Kasi P2 Ns. Silvia Yuniwarti beserta Staf, jumlah peserta yang hadir berjumlah 55 orang yang terdiri dari guru SLTP/SLTA dan Perguruan Tinggi Se-Kota Solok, narasumber pada acara ini Dr. Sulistiana Dewi, SpKJ, dan Yernita Martitin, SKM, Kepala Seksi PTM dan Keswa Dinkes Prov. Sumbar.

Dalam sambutannya Ns. Silvia Yuniwarti,S.Kep mengatakan Perubahan perilaku dan gaya hidup masyarakat telah  mengakibatkan terjadinya transisi epidemiologi dimana masalah kesehatan utama mulai bergeser dari penyakit menular menjadi penyakit tidak menular. Kondisi ini terjadi karena perilaku masyarakat yang cenderung tidak sehat seperti merokok, kurang konsumsi sayur dan buah, pola makan yang tidak sehat, kurang aktifitas fisik dan konsumsi minuman beralkohol.

Dalam menyelenggarakan Pos Binaan Terpadu (Posbindu) Penyakit Tidak Menular (PTM) disekolah, dapat diintegrasikan pada program UKS dan PKPR yang sudah berjalan lebih dahulu. sasaran kegiatan ini selain siswa dan siswi juga guru dan karyawan sekolah tersebut. Apabila dari hasil pemeriksaan didapatkan resiko penyakit tidak menular pada sasaran maka dilakukan rujukan ke Klinik Remaja untuk siswanya dan rujukan ke poli PTM Puskesmas diwilayah masing-masing.

Dampak dari pelaksanaan deteksi dini Posbindu sekolah, diharapkan menurunnya kasus-kasus resiko penyakit tidak menular oleh karena sudah diidentifikasi gejala awalnya pada saat pemeriksaan di Posbindu dan dilakukan tindak lanjut oleh petugas melalui pengobatan medis dan konseling perilaku sehat.tuturnya

Adapun penjelasan dari narasumber Sulistiana Dewi beliau menjelaskan tentang Kesehatan jiwa dan penyalahgunaan napza pada anak dan remaja, yaitu pertama Gangguan Belajar,  Anak-anak dengan gangguan belajar didiagnosis ketika kemampuan membaca, menulis dan berhitung mengalami penurunan dari yang diharapkan. Terdapat 4 kategori ; gangguan membaca, gangguan berhitung (matematika), gangguan ekspresi tulisan, gangguan belajar yang tidak ditentukan. Kedua Retardasi Mental sebenarnya bukan suatu penyakit walaupun retardasi mental merupakan hasil dari proses Patologik di dalam otak yang memberikan gambaran keterbatasan terhadap Intelektualitas dan fungsi Adaptif, Retardasi Mental ini dapat terjadi dengan atau tanpa gangguan jiwa maupun gangguan fisik lainnya,

ketiga Anak-anak dan remaja dengan skizofrenia lebih cenderung memiliki riwayat premorbid (sebelumnya) adanya penolakan sosial, Hubungan dengan teman sebaya yang buruk, Perilaku menarik diri dan Gangguan akademik. Dan ke empat Bully Bullying  (Perundungan) merupakan perilaku agresif pada anak-anak usia sekolah, Perilaku tersebut berulang, atau memiliki potensi untuk diulang, dari waktu ke waktu. Cyber bullying yaitu terjadi dimana seorang anak atau remaja diejek, dihina, diintimidasi, atau dipermalukan oleh anak atau remaja lain melalui media internet, teknologi digital atau telepon seluler. Penyalahgunaan Zat/Napza yaitu Narkoba dalam makanan/jajanan, zat inhalan jenis : Lem, Bensin, Aerosol, Spidol dan Tiner. Gejala : Mual, Muntah, Nafas pendek, Bicara kacau. Cara Pakai : Hisap melalui hidung.

Adapun Pencegahannya yaitu Meningkatkan iman dan taqwa, Memperhatikan teman bergaul dan selalu waspada, Pendewasaan kepribadian, Meningkatkan pengembangan diri dan kemampuan mengatasi masalah, Meningkatkan kepercayaan diri dan Hindari kebiasaan merokok, ungkap Sulistiana Dewi

Yernita Martitin, juga menambahkan beberapa point tentang Kebijakan Program Penyakit Tidak Menular (PPTM), Program P2PTM berfokus pada pencegahan faktor resiko bersama tanpa mengabaikan pengendalian pada penderita/penyandang PTM, Dibutuhkan aktifitas pemicuan yang masif untuk peningkatan kesadaran masyarakat menuju perubahan perilaku hidup sehat, GERMAS, perilaku cerdik, Pencegahan dan Pengendalian PTM dilakukan melalui  upaya promotif dan  preventif dengan pendekatan faktor risiko PTM, penemuan dini penyakit dan pencegahan kecacatan serta penatalaksanaan yang adekuat.

Mari menuju masa muda sehat hari tua nikmat tanpa ptm dengan perilaku cerdik, cegah Sekarang juga, ajak masyarakat ke Posbindu PTM untuk deteksi lebih dini faktor risiko PTM dan cek kondisi kesehatan anda secara berkala, enyahkan asap rokok, Rajin  aktifitas fisik, Diet yang sehat dan seimbang (rendah gula, garam dan lemak serta tinggi serat), Istirahat yang cukup serta Kelola stres. (es)

Tags: , , , , , , , , ,