Dinas Kesehatan Adakan Workshop Keselamatan Pasien

Dinas Kesehatan Adakan Workshop Keselamatan Pasien

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok adakan Workshop Keselamatan Pasien bagi Petugas Puskesmas tahun 2019, acara ini dilaksanakan selama dua hari dari tanggal 30 September sd 1 Oktober 2019 di Aula Puskesmas KTK Kota Solok.

Acara ini dihadiri oleh Kabid PPSDK Dinas Kesehatan, HiddayaturrahmI, Kepala Seksi Yankes, Hartini. Jumlah peserta yang hadir pada acara ini sekitar 40 orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas KTK beserta seluruh staf, dengan menghadirkan narasumber Surveior Akreditasi FKTP Padang, Dasmiwarita dan Nany Syuryati Rasyid.

Upaya peningkatan mutu dan keselamatan pasien adalah untuk menggerakkan kepemimpinan menuju perubahan Budaya Organisasi, Proaktif Mengidentifikasi dan menurunkan resiko dan penyimpangan. Fokus pada isu prioritas berdasarkan data dan mencari cara perbaikan yang bersifat langgeng. Upaya peningkatan mutu layanan klinis, dan keselamatan pasien menjadi tanggung jawab seluruh tenaga klinis yang memberikan asuhan pasien.

Dalam sambutannya, HiddayaturrahmI menyampaikan bahwa puskesmas sebagai sarana pelayanan strata pertama dalam pemberian pelayanan kesehatan kepada masyarakat mempunyai peranan penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat. Dalam rangka mengoptimalisasikan dan mengintegrasikan semua upaya kesehatan di puskesmas agar pelayanan yang diberikan bermutu dan komprehensif perlu adanya pedoman yang disusun sebagai panduan Keselamatan Pasien.

Keselamatan pasien di puskesmas adalah suatu sistem dimana puskesmas membuat asuhan pasien lebih aman yang meliputi pengurangan resiko terjadinya kecelakaan kerja yang terjadi selama perawatan di Puskesmas. Identifikasi dan penanganan yang berhubungan dengan resiko pasien, sistem pencatatan dan pelaporan dan analisis insiden, sehingga memberikan pembelajaran bagi petugas dalam penanganan insiden dan tindak lanjutnya serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan yang dapat mengancam nyawa pasien.

Nany Syuryati Rasyid menerangkan materi tentang konsep dan proses Manajemen Resiko, dimana dalam setiap pelayanan Pogram UKM di Puskesmas harus memperhatikan sasaran keselamatan pasien. “Dalam pelaksanaan Program UKM ada kegiatan-kegiatan yang terkait langsung dengan kesehatan perorangan dan dapat beresiko pada masyarakat secara lebih luas maupun lingkungan”, terangnya.

Tahapan kegiatan manajemen resiko pelaksanaan kegiatan UKM adalah melakukan identifikasi resiko, melakukan analisis apabila terjadi resiko, menyusun rencana pencegahan, menyusun rencana tindak lanjut, Monitoring dan Evaluasi resiko dan menyusun laporan ke Puskesmas dan Dinas Kota.

Beberapa contoh resiko dijelaskan oleh Nany seperti Program UKM yaitu Fogging dalam upaya penanggulangan DBD, penyemprotan Insektisida dalam Upaya Penanggulangan Malaria. Vaksin yang digunakan dalam program Imunisasi yang digunakan tidak memenuhi kaidah Rantai Dingin, akan berdampak kepada masyarakat tidak terlindungi dari penyakit menular dan resiko limbah benda tajam. Pemberian makanan tambahan yang tidak higienis dapat berakibat timbulnya diare pada balita yang mengkonsumsi makanan tambahan tersebut dan Program P2 HIV/AIDS pada saat screening.

Dasmiwarita menerangkan beberapa point penting yang mesti dilakukan adalah mengenai Keselamatan Pasien yang merupakan suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, yaitu meliputi asesmen resiko, identifikasi dan pengelolaan resiko pasien, pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk meminimalkan timbulnya resiko dan mencegah terjadinya cedera yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya diambil.

“Hampir setiap tindakan dalam pelayanan kesehatan, memiliki potensial resiko antara lain pemeriksaan pasien, pemberian obat dan staf dimana itu berpotensi terjadinya kesalahan medis maka dari itu diperlukan manajemen resiko,” tutur Dasmiwarita.

Sasaran keselamatan pasien yang perlu kita lakukan yaitu mengidentifikasikan pasien dengan benar, meningkatkan komunikasi yang efektif, meningkatkan keamanan obat-obatan yang harus diwaspadai, memastikan lokasi pembedahan yang benar, prosedur yang benar, pembedahan pada pasien yang benar, mengurangi resiko infeksi akibat perawatan kesehatan dan mengurangi risiko cedera pasien akibat terjatuh.

Adapun langkah-langkah menuju Keselamatan Pasien itu ada tujuh point, yaitu membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien, memimpin dan mendukung staf, mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko, mengembangkan sistem pelaporan, melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien, belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan pasien dan mencegah cedera melalui implementasi sistem keselamatan pasien. (es)

Tags: , , , , , , , , , , ,