Solok (MC Kota Solok) – Dinas Kesehatan Kota Solok gelar Pelatihan Pemberian Makanan Tambahan Bayi dan Anak bagi Kader Posyandu Kota Solok, di Aula Puskesmas Nan Balimo, Senin (10/4). Acara dibuka Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok diwakili Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid Kesmas dan P2P) Dr. Peppy Ledy Soffiany yang dihadiri Kasi Kesehatan Keluarga dan Gizi (Kasi Kesga dan Gizi) dan 20 orang Kader Posyandu Kota Solok. Sosialisasi yang dilaksanakan 3 hari tanggal 10 s/d 12 April 2017 dengan Narasumber Esinelya, SKM dan Rima Hardela, S.Gz staf Seksi Kesga dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Solok, serta Mismaini,SKM.MKM dan Dewi Iswani,SKM. Dinas Kesehatan Propinsi Sumatera Barat.
Kadis Kesehatan diwakili Dr.. Peppy Ledy Soffiany sambutannya mengatakan, kader posyandu yang telah mendapatkan pelatihan agar menerapkannya minimal di Posyandu dan maksimal diluar Posyandu. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah terjadinya gizi buruk. Makanan yang bergizi tidak selalu mahal tapi yang terpenting tekhnik pemberian makanan yang harus benar.
Lebih Lanjut dr. Peppy Ledy Soffiany menjelaskan tentang istilah 1000 HPK (1000 Hari Pertama Kehidupan), yaitu dari saat hamil sampai dengan usia balita 2 tahun. Anak yang mengalami gangguan gizi dalam kandungannya, kecenderungannya akan menderita Penyakit Tidak Menular (PTM) yaitu Hypertensi pada 20 tahun yang akan datang, hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang telah dilakukan oleh para ahli. Untuk itu diharapkan pada para kader posyandu agar mengikuti pelatihan ini dengan sebaik-baiknya sehingga dapat menjadikan Kota Solok bebas dari Gizi buruk, ujar dr. Peppy.
Materi Narasumber adalah tentang pentingnya Pemberian makanan pada bayi dan anak (PMBA), situasi yang mempengaruhi PMBA , proses menyusui dan kesulitan-kesulitan dalam menyusui.
Narasumber Esinelya menekankan pentingnya pemberian Air Susu Ibu (ASI) Ekslusif sampai bayi berusia 6 bulan. Posisi dan perlekatan yang benar saat menyusui bayi merupakan faktor yang sangat penting agar bayi mendapatkan ASI yang optimal. Sementara Rima Hardela, S. Gz juga menekankan pentingnya Inisiasi Menyusui Dini (IMD) pada saat bayi baru lahir. Kesulitan-kesulitan ibu menyusui dalam memberikan ASI seperti ASI kurang, payudara bengkak, puting retak, mastitis atau radang pada payudara dapat diatasi dengan posisi dan perlekatan yang benar saat menyusui ujar Rima. (JTY)
Tags:Related Posts
Tingkatkan Fungsi Posyandu, Dinkes Gelar Bimtek Pokjanal
Puskesmas Tanah Garam Sambut Tim Surveiyor Re Akreditasi
Pemko Solok Terus Berupaya Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi serta Stunting
Meningkatkan Layanan Kesehatan Jiwa Dasar di Puskesmas
Peringatan Hari AIDS Sedunia, DPPKB Berikan Edukasi kepada Generasi Muda Kota Solok
No Responses