Dinas Kesehatan Selenggarakan Workshop Kesehatan Jiwa dan NAPZA

Dinas Kesehatan Selenggarakan Workshop Kesehatan Jiwa dan NAPZA

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan Kota Solok menyelenggarakan workshop tentang Kesehatan Jiwa (Keswa) dan Narkotika, Alkohol, Psikotropika dan Zat adiktif lain (NAPZA) bagi 45 orang petugas kesehatan di Puskesmas, Puskesmas Pembantu dan Pos Kesehatan Kelurahan di Kota Solok.

Kegiatan ini dilaksanakan di aula Dinas Kesehatan Kota Solok, Senin (18/3/2019) dihadiri Kabid P2 dan Kesehatan Masyarakat, dr. Pepy Ledy Soffiany dan Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Ns. Silvia Yuniwarti, S.Kep beserta staf. Narasumber pada acara ini menghadirkan Metra Sastra, SKM, MPH dari Dinas Kesehatan Prov. Sumbar, dr. Sulistiana Dewi, Dokter Spesialis Jiwa/Psikiatri RSU M. Natsir dan dr. Marryo Borry WD dari BNN Provinsi Sumbar.

Acara ini dibuka oleh Kepala Bidang P2 dan Kesmas, dr Pepy Ledy Soffiany. Dalam sambutannya dr. Pepy berharap nantinya petugas dapat meningkatkan pengetahuannya terhadap program jiwa dan NAPZA serta masalah-masalah yang ditemukan di masyarakat tentang kesehatan jiwa dan petugas juga dapat meningkatkan pengetahuannya terhadap keadaan NAPZA yang terjadi di masyarakat.

Acara dilanjutkan dengan pemberian materi pertama oleh Kasi PTM Kesehatan Jiwa dan Napza Dinkes Provinsi Sumatera Barat, Metra Sastra. Metra menjelaskan Program kesehatan jiwa yang berbasis pada masyarakat ini berawal dari masih tingginya stigma negatif yang ditujukan kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dari masyarakat. Selain itu, banyak ODGJ yang belum memiliki kepatuhan dalam mengkonsumsi obat secara rutin. Mereka pun masih belum mengakses fasilitasi kesehatan setempat (Puskesmas) karena belum adanya sistem rujukan yang efektif untuk kasus kesehatan jiwa di dalam masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh narasumber dari BNN Provinsi Sumatera Barat, dr. Marryo Borry WD, dalam kejadian kurun waktu tahun 2018 didapatkan laporan sebanyak 260 kasus pengguna NAPZA yang ada pada Provinsi Sumatera Barat dan terdapat 15 kasus pada Wilayah Kota Solok. Pada tingkat Puskesmas, Deteksi Dini NAPZA, Layanan Rehab Medis Rawat Jalan dapat dilakukan di Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL) yang ada pada Puskesmas Tanjung Paku dan Puskesmas KTK. kegiatan yang dilakukan adalah berupa Konseling Terapi Simtomatik, Detoksifikasi, Terapi Perilaku dan Terapi Kognitif.

Selanjutnya, dr. Sulistiana Dewi, Sp. KJ, memberikan materi tentang kegawatdaruratan psikiatri yaitu Bagaimana cara mengatasi pasien dengan gangguan pada kesehatan jiwanya tersebut. gangguan jiwa sangat beragam jenisnya, mulai dari yang ringan hingga akut, seperti skizofrenia.

Skizofrenia merupakan penyakit kronis dimana penderita memiliki kesulitan memproses pikirannya, sehingga dapat berhalusinasi, delusi, pikiran yang tidak jelas dan tingkah laku atau bicara yang tidak wajar. Gejala-gejala ini dikenal sebagai gejala psikotik, yang menyebabkan penderita skizofrenia mengalami kesulitan berinteraksi dengan orang lain, bahkan menarik diri dari aktivitas sehari-hari dan dunia luar.

“Gejala pertama skizofrenia biasanya muncul pada masa remaja atau dewasa muda, walaupun ada juga yang baru muncul pada orang berusia di atas 40 tahun,” jelas dr. Sulistiana Dewi yang juga merupakan dokter referal pasien jiwa pada Puskesmas Tanjung Paku dan Puskesmas Tanah Garam.

Diharapkan, dengan Workshop Keswa dan NAPZA, pemahaman Pertugas dapat bertambah, dan menjadi dasar pelaksanaan untuk penatalaksanaan teknis di lapangan dalam usaha promotif dan preventif dalam pengendalian kasus Keswa dan NAPZA. (es)

Tags: , , , ,