Dinas Kesehatan Sosialisasikan Program Imunisasi Bagi Bundo Kanduang

Dinas Kesehatan Sosialisasikan Program Imunisasi Bagi Bundo Kanduang

Solok (MC Kota Solok) – Dinas Kesehatan Kota Solok Sosialisasikan Imunisasi bagi Bundo Kanduang di wilayah kerja Puskesmas Nan Balimo Kota Solok bertempat di Aula Puskesmas Nan Balimo, Senin (15/5).

Acara yang dibuka oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok yang diwakili oleh Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat dan Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid Kesmas dan P2P) dr. Peppy Ledy Soffiany yang dihadiri oleh Kepala Seksi P2P dan 30 orang Bundo Kanduang. Narasumber pada acara sosialisasi ini adalah Kepala Seksi P2P Dice Farida dan Pemegang Program Imunisasi Dinas Kesehatan Kota Solok Hera Febrianto, A. Md Kep.

Kabid Kesmas dan P2P dr. Peppy Ledy Soffiany dalam sambutannya mengatakan, bahwa Imunisasi ini sangat berguna sekali bagi bayi dan balita dalam mencegah beberapa penyakit, seperti TBC, Polio, campak, dll. Saat ini pencapaian target imunisasi di wilayah kerja Puskesmas Nan Balimo masih kurang untuk itu diharapkan dengan adanya sosialisasi ini pada Bundo Kanduang ini dapat meningkatkan pencapaian imunisasi diwilayah kita ini. Kota Solok mendapat penghargaan atas tercapainya “Imunisasi Dasar lengkap lebih/sama 80 % pada tahun 2016”. Kami mengucapkan terimakasih pada semua unsur masyarakat yang telah ikut menyukseskan program imunisasi ini, ujar dr. Peppy.

Dice Farida menjelaskan tentang Permenkes Nomor 14 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Pada kesempatan ini juga dijelaskan tentang jadwal imunisasi baik imunisasi rutin, imunisasi lanjutan, BIAS (Bulan imunisasi anak sekolah) dan Imunisasi tambahan, papar Dice.

Ada 10 penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi : TBC, Hepatitis, Difteri, Pertusis, Polio, Tetanus, Campak, Meningitis, Pneumonia, dan Rubella. Setiap penyakit ini dijelaskan tentang pengertian, penyebab, tanda dan gejala, serta vaksin yang dapat mencegah penyakit, jelas Hera.

Disesi tanya jawab, salah seorang peserta menanyakan “Apakah setiap anak yang diimunisasi demam?”. Hera menjelaskan bahwa 10-15% anak yang diimunisasi akan demam, 10-15% ada yang bengkak di tempat bekas Imunisasi, dan 25% anak lelah dan letih. Ini adalah efek samping dari vaksin yang normal yang gratis diberikan pada masyarakat di Posyandu dan Puskesmas. Jika ada orang tua yang ingin anaknya tidak demam setelah diimunisasi dapat mengimunisasi anaknya di tempat dokter spesialis kandungan/anak, tetapi harganya mahal sekitar Rp 300.000, – per imunisasi, ujar Hera. (JTY)

Tags: , , , ,