Dinas Pangan Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal

Dinas Pangan Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas Pelaku Usaha Pangan Lokal

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Pangan Kota Solok melaksanakan pelatihan peningkatan kapasitas pelaku usaha pangan lokal dalam rangka mendukung percepatan penganekaragaman pangan masyarakat berbasis sumber daya lokal, rabu–kamis (24-25/03/2021). Acara dilaksanakan di Aula Kantor Camat Lubuk Sikarah dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

Acara pelatihan mengundang 30 orang pelaku usaha pangan lokal di Kota Solok yang berasal dari kader PKK, anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) dan pelaku usaha mandiri yang bergerak di usaha pengolahan pangan lokal.

Kabid Konsumsi, Penganekaragaman dan Keamanan Pangan, Ir. Yurmiati, dalam sambutannya menyampaikan bahwa menindaklanjuti Instruksi Walikota Solok 188.5-6-2020 tentang penyajian snack berbahan baku pangan lokal pada acara rapat dan pertemuan di lingkungan Pemerintah Kota Solok, diharapkan pelaku usaha dapat bersinergi dengan pemerintah untuk dapat menyediakan snack pangan lokal dimaksud, dengan bahan baku pangan lokal non beras non terigu.

Narasumber hari pertama, Rabu (24/03/2021) dari Politani Payakumbuh, Mimi Harni, Staf pengajar program studi teknologi pangan, dengan materi Pembuatan Tepung Mocaf dan Aneka Olahan.

“Saat ini permintaan tepung terigu untuk olahan pangan semakin meningkat, sementara permintaan pasar sangat tidak sebanding dengan produksi dan impor tepung terigu, sehingga diperlukan alternatif pengganti. Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) merupakan tepung ubi kayu yang dimodifikasi sedemikian rupa sehingga berbentuk seperti butiran beras. Tepung mocaf dapat dijadikan alternatif pengganti tepung terigu. Tepung mocaf memiliki kandungan gizi yang tidak kalah dengan tepung terigu, serta rendah indeks glikemik sehingga aman dikonsumsi orang dengan kadar gula tinggi,” ujar Mimi Harni.

Mimi Harni juga mengajak peserta mempraktekkan pembuatan olahan pangan lokal yaitu brownis kukus dan cheese stick dengan bahan baku utama tepung mocaf.

Narasumber pada hari kedua, Kamis (25/03/2021), Direktur Royal Asia Collage Padang, Arisman Al Faridzi, dengan materi Peluang Usaha Pengolahan Pangan Lokal. Dalam kesempatan ini beliau menyampaikan bahwa Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) merupakan pilihan yang tepat karena UMKM tidak pernah mati dan selalu menjadi tiang dan sendi ekonomi.

“Produk olahan pangan lokal non beras non terigu menjadi potensi yang cukup baik untuk dikembangkan karena pola pikir masyarakat yang sudah mulai berangsur berubah, masyarakat tidak hanya memikirkan kualitas rasa dari sebuah makanan tapi juga sudah peduli terhadap efek kesehatan jangka panjang dari mengkonsumsi makanan tersebut. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha pangan lokal, untuk dapat menyediakan produk pangan lokal yang bervariasi, menarik, unik dan baru sehingga tidak kalah bersaing dengan produk olahan terigu yang banyak beredar dipasaran. Pelaku usaha diharapkan membuat brand tersendiri dari produknya, pergunakan nama yang khas, sehingga membantu menguatkan brand yang kita punya,” imbuhnya.

Peserta juga langsung disuguhkan praktek pengolahan pangan lokal yang didampingi langsung oleh 2 orang Chef Royal Asia Collage yang pada kesempatan tersebut membuat getuk talas cake yang berbahan baku utama talas dan tepung mocaf, serta pastel tutup dengan bahan baku utama kentang. Praktek pengolahan pangan lokal ini diikuti dengan antusias oleh seluruh peserta. (rab)

Tags: , , , , , ,