Dinas Pangan Kota Solok Adakan Sosialisasi Pola Pangan Harapan

Dinas Pangan Kota Solok Adakan Sosialisasi Pola Pangan Harapan

Solok, (InfoPublikSolok) – Kepala Dinas Pangan Kota Solok Ir. Kusnadi, MM, membuka acara Sosialisasi Pola Pangan Harapan (PPH) yang diikuti oleh anggota TP-PKK se Kota Solok, bertempat di Aula Bappeda Kota Solok, Rabu (26/9/18).

Sosialisasi juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kota Solok yang diwakili oleh Wakil Ketua III TP-PKK Kota Solok, Ny. Ria Rusdianto, dengan narasumber Dosen Gizi Poltekes Kemenkes RI Padang, DR. Fauzi ‘Arasj, SKM, M.Kes. yang diikuti oleh 75 orang peserta.

Sosialisasi tersebut, diangkat dengan tema “Pencegahan Stunting melalui penyediaan pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) bagi keluarga”, bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya ibu-ibu PKK sebagai penyedia pangan bagi keluarga, untuk dapat menyediaakan pangan Beragam, Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) sebagai salah satu usaha untuk pencegahan Stunting.

untuk mendukung program pemerintah dalam mencegah Stunting di Kota Solok.  Tema sosialisasi yang diangkat adalah,.

Ny. Ria Rusdianto yang dalam sambutannya mengharapkan “Agar PKK mendukung dan mensukseskan program-program pemerintah dalam mencegah stunting di Kota Solok dan dapat menjadi contoh ditengah-tengah masyarakat,” ujarnya.

Lanjutnya, “Masalah gizi yang menjadi perhatian pemerintah saat ini diantaranya adalah Stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak terlalu pendek untuk usianya,” .

Narasumber DR. Fauzi ‘Arasj, SKM, M.Kes menyampaikan bahwa stunting disebabkan oleh kekurangan gizi beresiko terhadap perkembangan otak, kecerdasan, gangguan pertumbuhan fisik hingga metabolisme tubuh. Disamping itu Stunting juga beresiko mengalami dampak jangka panjang, mulai dari menurunnya kemampuan kognitif dan prestasi belajar, resiko terserang penyakit, terutama PTM (Penyakit tidak menular).

“Untuk mencegah Stunting, maka perhatian terhadap asupan gizi seimbang itu harus dilakukan sedini mungkin, yaitu sejak janin dalam kandungan. Ibu sangat berperan dalam penyajian pangan termasuk gizi di keluarga. Jika Ibu salah dalam penyajian pangan di keluarga, maka seluruh anggota keluarga akan bermasalah mendapatkan gizi,” jelas Fauzi.

Kepala Dinas Pangan Kota Solok, berharap dengan sosialisasi ini, Ibu-Ibu dapat memahami bahwa keberagaman konsumsi berbagai jenis bahan pangan akan meningkatkan nilai PPH, artinya akan semakin baik nilai gizi yang didapatkan keluarga. Saat ini,berdasarkan data yang didapat dari PPH, konsumsi masyarakat Kota Solok, masih kurang mengkonsumsi sayur dan buah,” harap Kusnadi. (ra).

Tags: , , ,