Dinas Perkim Serah Terima Program KOTAKU Kepada KPP Kelurahan

Dinas Perkim Serah Terima Program KOTAKU Kepada KPP Kelurahan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Solok gelar serah terima sarana dan prasarana program KOTA TANPA KUMUH (KOTAKU) dari Pemerintah kepada pihak Kelompok Pemanfaat dan Penerima (KPP) Kelurahan yang dilaksanakan di ruang Rapat Walikota Solok, Jumat (22/2/2019).

Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Setda Kota Solok mewakili Walikota Solok, Drs. Nova Elfino, dengan peserta KPP yang dibentuk dari masing-masing Kelurahan, LKAAM, Camat dan Lurah di 3 lokasi penerima program yaitu, Kelurahan KTK, Kelurahan IX Korong, dan Kelurahan Tanah Garam.

Drs. Nova Elfino mengatakan, penanganan kawasan kumuh memang menjadi salah satu perhatian pemerintah kota Solok dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, penanganan permukiman kumuh skala lingkungan untuk konstruksi sederhana dilakukan secara swakelola masyarakat. Sementara untuk skala kota, dilaksanakan dengan melibatkan rekanan (pihak ketiga) dan jumlah dana yang digunakan pun cukup tinggi. Namun pada intinya, kedua penanganan saling terintegrasi dan berkesinambungan.

“Program KOTAKU membawa dampak nyata dalam penanganan maupun upaya pencegahan terhadap meluasnya kawasan kumuh dengan pembangunan berbagai sarana dan prasarana penunjang,” sebut Nova Elfino.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Jursmardi S.Pd dan didampingi Sekretaris, Refendi, S.Pt, M.Si selaku Kepala Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Perumahan Permukiman, menegaskan bahwa Pelaksanaan Program KOTAKU sudah terlaksana semenjak 2017 dengan alokasi dana Bantuan Pemerintah Untuk Masyarakat (BPM) atau dulunya Bantuan Dana Investasi (BDI) sebesar Rp. 6,95 milyar untuk 10 kelurahan selama tahun 2017-2018.

“Pada tahun 2017 telah terserap dana BDI Rp. 3,35 milyar untuk 7 (tujuh) kelurahan. Kemudian pada Tahun 2018 telah terserap dana BDI Rp. 3,6 milyar untuk 3 (tiga) kelurahan diantaranya; Kelurahan IX Korong 1,5 milyar dengan 14 kegiatan pembangunan, Kelurahan Tanah Garam 1,15 milyar dengan 11 kegiatan pembangunan, Kelurahan KTK Rp. 950 juta dengan 10 kegiatan pembangunan,” ungkap Jusmardi.

Kegiatan pembangunan tersebut, lanjut Jusmardi, direncanakan, dilaksanakan dan diawasi oleh masyarakat dengan pola pemberdayaan masyarakat, sementara itu pemerintah daerah melalui Pokja PKP (Bappeda), Dinas Perkim dan Satuan Kerja Pembangunan Infrastruktur Permukiman (PIP) Kota Solok serta Tim Konsultan KOTAKU membantu pelaksanaan kegiatan tersebut agar terlaksana dengan baik. Pada akhir Desember 2018 semua kegiatan pembangunan telah selesai dilaksanakan.

Dijelasakan, kegiatan pembangunan tersebut berupa infrastruktur dasar seperti, Jalan Lingkungan sepanjang 1.062 meter, Drainase, sepanjang 3.394 meter, Becak Motor 2 unit, Kontainer Sampah sebanyak 6 unit.

Lebih lanjut, diharapkan setelah sarana dan prasarana tersebut diserahkan dari Pemerintah ke pihak Masyarakat dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam waktu lama, dan untuk menjamin hal tersebut dapat bermanfaat lebih bagi masyarakat diperlukan pemeliharaan dari infrastruktur tersebut.

Sesuai dengan petunjuk pelaksanaan program KOTAKU pemeliharaan infrastruktur diserahkan kepada kelurahan dengan membentuk Kelompok Pemanfaat dan Pemelihara (KPP), dan saat ini sudah dibentuk KPP untuk tiga kelurahan tersebut. (jr)