Dinas Pertanian Tanah Datar Terpesona dengan RPH Kota Solok

Dinas Pertanian Tanah Datar Terpesona dengan  RPH Kota Solok

Solok, (infopubliksolok) – Kota Solok benar-benar menjadi rujukan banyak daerah di Indonesia. Telah banyak kunjungan daerah lain untuk belajar pada berbagai sektor, khususnya pertanian.

UPTD Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), UPTD Rumah Potong Hewan (RPH) dan UPTD Balai Benih Ikan (BBI) menjadi tujuan kunjungan daerah lain.

Untuk RPH, Pada Tahun ini Kota Solok telah mendapat kunjungan dari Kota Bandung dan Kota Yogyakarta.

Indriani Hostina dan rombongan dari Dinas Pertanian Kabupaten Tanah Datar terpesona dengan kemegahan RPH Kota Solok. Betapa tidak, RPH Kota Solok yang diresmikan pada tahun 2015 ini mempunyai luas area hampir 2 Ha, sementara RPH di Kabupaten Tanah Datar hanya mempunyai luas sekitar 400m2. hal ini terlihat ketika rombongan melihat langsung RPH pada Selasa (16/7).

Tujuan kunjungan rombongan tersebut, menurut Indriani adalah melihat langsung dan mempelajari proses pemotongan ternak sapi, kondisi penampungan ternak sapi dan pengolahan limbah RPH berupa darah dan kotoran hewan.

Rombongan diterima langsung oleh Kepala UPTD RPH, Zulhadiman, Kepala Tata Usaha UPTD RPH, Ulfa Golnarsih serta Medik Veteriner dan Keurmaster.

Rombongan dari Kabupaten Tanah Datar berjumlah empat orang yang merupakan jajaran di Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian daerah tersebut.

“Kami selain melihat langsung RPH juga ingin mempelajari Peraturan Daerah tentang restribusi pemotongan hewan. Kabupaten Tanah Datar saat ini sedang melakukan aturan pemotongan sehingga perlu melakukan koordinasi guna membandingkan tarif dengan daerah lain.” jelas Indriani.

Zulhadiman menjelaskan tarif RPH Kota Solok sampai saat ini menggunakan Perubahan Kedua Perda No. 3 Tahun 2012 yaitu Pemeriksaan Kesehatan Ternak sebelum dan sesudah dipotong dikenakan tarif retribusi sebesar 40% dari harga 1 (satu) Kg daging hewan tersebut.

Pemakaian kandang penampungan dikenakan tarif retribusi sebesar 5% dari harga 1 (satu) Kg daging hewan tersebut per hari per ekor ternak, Pemakaian tempat pemotongan hewan dikenakan tarif retribusi sebesar 35% dari harga 1 (satu) Kg daging hewan tersebut.

Pemakaian angkutan dikenakan tarif retribusi sebesar 20% dari harga 1 (satu) Kg daging hewan tersebut ke tempat penjualannya di Kota Solok. Acuan harga 1 Kg daging Rp. 60.000,-

RPH Kota Solok sekarang sedang mengajukan Perubahan Keempat Perda No. 3 Tahun 2012 untuk penyesuaian tarif.

Rombongan juga tertarik dengan proses pengolahan limbah RPH yang cukup mumpuni dan ramah lingkungan. Saat ini RPH Kota Solok menggunakan dua metode pengolahan limbah pemotongan untuk mengatasi limbah darah dan jeroan terbuang serta kotoran ternak. (fa)

Tags: , , , ,