Dinas Sosial Kota Solok Gelar Bimtek Bagi Pendamping ODGJ

Dinas Sosial Kota Solok Gelar Bimtek Bagi Pendamping ODGJ

Solok, (MC Kota Solok) – Dinas Sosial Kota Solok gelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendamping Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) bagi Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, di Aula dinas Sosial Kota Solok, Kamis, (14/9/17).

Bimtek tersebut, dibuka oleh Kepala Dinas Sosial Kota Solok, Dra. Hj. Rosavella YD, MM, dengan narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Sumatera Barat, RSUD Solok dan Rumah Sakit Jiwa Prof Dr HB Saanin Padang.

Kepala Bidang Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kota So­lok, Drs. Doris Welly dalam laporannya mengatakan,  jumlah pendamping yang dila­tih sebanyak 20 orang, yang berasal dari utusan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Kelurahan dan Tenaga Kesehatan Puskesmas, yang dilaksanakan tanggal 14 s/d 19 September 2017.

“Adapun tujuan pelatihan tenaga pendamping ODGJ ini, lantaran dengan banyak ditemukan orang gila baik yang ada di Kota Solok maupun yang datang dari daerah lain. Karena letak geografis Kota Solok diper­simpangan jalan. Terhadap kasus ini, Dinas Sosial perlu tanggap karena orang gila itu juga Warga Negara Indonesia yang perlu disela­mat­kan,” pung­kas welly.

Sementara Hj. Rosavella YD, MM, dalam sambutannya mengatakan “Penye­bab Gangguan Jiwa Bukan hanya dipe­ngaruhi persoalan-persoalan yang menusuk perasaan yang sering dipendam karena keterbatasan namun juga permasalahan lainnya yang tidak dapat dipecahkan dengan baik dan tepat,” jelas Rosa, dr. Sulistiana Dewi, SpKJ dari Rumah Sakit Jiwa Prof Dr HB Saanin Padang selaku narasumber menyampaikan dalam “Sebutan untuk orang yang mengalami gangguan jiwa bukan sakit tetapi karena gangguan. Gangguan kejiwaaan seseorang sudah pasti ada gejala-gejala sebelumnya. Kriteria orang yang sehat jiwanya antara lain: Merasa sehat dan bahagia, Bisa menghadapi tantangan kehidupan, Dapat menerima orang lain apa adanya dan Bersikap positif pada diri sendiri dan orang lain. Kita harus tetap menjaga kesehatan jiwa dan raga, karena kondisi kesehatan yang menurun akan berpengaruh pada perekonomian keluarga kita”, jelas dr. Sulistiana.

Sulistiana menekankan kepada pendamping bahwa “Pasien yang sudah sembuh tidak boleh dikucilkan, kita harus sering mengajak mereka untuk berkomunikasi. Karena komunikasi/sapaan dari kita untuk mereka merupakan obat yang paling mujarab. Kader Kesehatan Jiwa juga bisa meminta dukungan dari masyarakat untuk dapat menghapus pandangan negatif terhadap keluarga penderita “, ungkapnya. (MR)

 

 

 

Tags: ,