Dinkes Gelar Workshop Surveilans Penyakit dan Bencana bagi Tokoh Masyarakat

Dinkes Gelar Workshop Surveilans Penyakit dan Bencana bagi Tokoh Masyarakat

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Solok menggelar workshop surveilans Penyakit dan Bencana bertempat di aula Dinas Kesehatan Kota Solok.

Workshop yang diadakan di aula Dinas Kesehatan tersebut berlangsung selama dua hari (14-15 Juni 2019) diikuti oleh tokoh masyarakat kelurahan se-Kota Solok.

Acara ini dibuka oleh Kabid P2 Kesmas dr. Pepy Ledy Soffiany, yang menjabarkan tentang tujuan kegiatan adalah untuk memberikan informasi kepada tokoh masyarakat tentang pentingnya peran tokoh masyarakat dalam program surveilans untuk menekan angka kesakitan dan kematian yang ditimbulkan pada saat bencana.

Materi pembuka disampaikan oleh narasumber dari Bidang Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat, Sri Mulyetri, SKM, MM, yang mengemukakan bahwa Sumatera Barat merupakan market bencana, tidak terkecuali Kota Solok. Oleh sebab itu dibutuhkan koordinasi yang tepat pada saat pra-bencana, saat bencana dan paska bencana. Koordinasi yang baik diharapkan dapat meminimalisir dampak buruk bagi kesehatan akibat bencana.

Materi lain yang disampaikan adalah Narasumber dari Rumah Sakit M. Natsir, dr. Sulistiana Dewi, Sp. KJ yang menjabarkan bahwa keadaan bencana dapat mengakibatkan depresi bagi korban bencana, oleh sebab itu tokoh masyarakat yang dilatih haruslah peka dengan keadaan tersebut dan ikut menurunkan dampak psikologis yang buruk terhadap korban yang terdampak bencana.

Dengan tindakan seperti, memperhatikan kebutuhan dan apa yang sedang dipikirkan korban, menjadi pendengar yang baik, tidak memintanya untuk mengingat kembali dan menganalisa peristiwa traumatis yang sudah terjadi secara detil serta menenangkan, menghibur serta membuat korban merasa aman dan nyaman.

Untuk klaster pada kesehatan pada saat bencana, disampaikan oleh pengelola program bencana Dinas Kesehatan Kota Solok, Hera Febrianto, S.Kep yang menerangkan bahwa klaster kesehatan bertanggung jawab terhadap bidang kesehatan pada saat bencana, dan klaster kesehatan memiliki sub-sub klaster seperti: Sub klaster pelayanan kesehatan, pengendalian penyakit, kesehatan lingkungan, pelayanan gizi, logistik kesehatan, kesehatan reproduksi dan kesehatan jiwa.

Sub klaster tersebut memiliki tugas dan wewenang teknis sendiri dan tetap berkoordinasi kepada Kepala Dinas Kesehatan. Surveilans penyakit pada saat bencana yang disampaikan oleh Kasi P2 Dinas Kesehatan Kota Solok, Ns. Silvia Yuniwarti, S.Kep, menjabarkan agar mewaspadai resiko kasus penyakit yang terjadi pada saat bencana seperti Kolera, Diare, ISPA, Malaria, DBD, typoid serta penyakit menular lain. Sehingga perlu dilakukan surveilans penyakit pada saat bencana untuk mencegah angka kesakitan ataupun kematian oleh penyakit tersebut pada masyarakat yang terkena dampak bencana.

Untuk materi terakhir pada hari kedua disampaikan oleh Kasi PK BPBD Kota Solok Agus Susanto, SH, yang menerangkan bahwa bencana yang ada di kota Solok adalah Gempa Bumi dan Banjir, namun ada beberapa wilayah yang rawan terjadi tanah longsor, angin puting beliung serta kebakaran.

Untuk itu dibutuhkan manajemen bencana yang baik dan terarah yang meliputi; pencegahan bencana, mitigasi identifikasi sumber bencana, kesiapsiagaan bencana, tanggap darurat dan pembangunan kembali jika terjadi bencana.

Serta upaya terencana, sistematis dan berkesinambungan tersebut dibutuhkan kerjasama berbagai sektor termasuk dari masyarakat sehingga akan meminimalisir timbulnya korban akibat kejadian bencana.

Diharapkan dengan workshop surveilans penyakit dan bencana pada tokoh masyarakat tersebut, dapat terjadi persamaan persepsi pada saat pra bencana, saat bencana dan paska bencana. Sehingga masing-masing dapat berperan untuk membantu menurunkan dampak buruk akibat bencana. (es)

Tags: , , ,