Dirjen Bimas Islam Kemenag RI : MTQ Membawa Perubahan Untuk Indonesia

Dirjen Bimas Islam Kemenag RI : MTQ Membawa Perubahan Untuk Indonesia

Solok, (InfoPublikSolok) – Sebelum MTQ Nasional ke-38 Tingkat Provinsi Sumatera Barat di Kota Solok dibuka oleh Dirjen Bimas Islam Kemenag RI, Prof. Dr. H. Muhammadiyah Amin, MA, berkesempatan memberikan seminar bersama dengan Walikota Solok, H. Zul Elfian yang dipandu oleh Moderator Kakan Kemenag Kota Solok, H. Afrizen, Seminar ini dilaksanakan di Gedung kubuang Tigo Baleh Kota Solok, Sabtu (15/6/2019) siang.

Dalam seminar tersebut, Dirjen memaparkan pada tahun 2019, Kementerian Agama mengeluarkan tiga mantra; moderasi beragama, kebersamaaan umat dan integrasi data.

“Tuhan tidak menghendaki kita menjadi umat yang terpecah. Namun ia menguji kita dengan menjadikan kita berbeda tetapi bersatu. Bukan menjadi umat yang satu tapi terpecah sesuai dengan Q.S Al Hujurat ayat 11,” kata Dirjen Bimas.

Muhammadiyah Amin mengatakan, untuk menjalankan modernisasi agama ada tiga syarat yang harus dipenuhi, pertama adalah pengetahuan, kedua, kendalikan emosi jangan mentang-mentang berbeda kita langsung mengkafirkan orang, dan yang ketiga, hati-hati jangan ada yang salah memahami dan menafsirkan.

“Saat ini sudah diberlakukan e-MTQ untuk mengurangi qori-qoriah dari daerah lain ikut di daerah tersebut. Maka lakukanlah pembinaan kepada anak-anak kita. Mudah-mudahan hasil MTQ Sumbar bisa menjadi kafilah terbaik STQ Nasional di Pontianak Juni ini,” harap Dirjen Bimas.

Selanjutnya, Walikota Solok Zul Elfian mengawali pemaparannya menyampaikan ada tiga hal pokok yang menjadi misi Kota Solok, Kota Solok menjadi diberkahi Allah SWT penduduk sejahtera, kota maju dan moderen.

“Bersama Kementerian Agama dan seluruh pihak mewujudkan masyarakat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT sehingga menjadi diberkahi Allah,” ungkap Walikota.

Untuk mewujudkan itu, lanjut Zul Elfian, ada beberapa hal yang harus dilakukan, diantaranya adalah melekatkan gelar kota beras dan serambi madinah, membangun atau memperbaiki masjid-masjid menjadi indah sehingga masyarakat betah berlama-lama beribadah di masjid. “Setiap tahun, masjid yang banyak jamaahnya kita diberikan reward,” sebut Zul Elfian.

Zul Elfian menekankan, program Magrib Warga Mengaji merupakan salah satu upaya untuk mendekatkan warga dan ummat dengan Al Quran. Bagi yang hafal 1 sampai 30 jus diuji dan diwisuda diberikan hadiah. Hafidz 30 juz dapat diskon 30 persen naik garuda, diskon di mall-mall yang akan dibuat kerjasama.

Lebih lanjut, Dirjen Bimas Islam, Muhammadiyah Amin mengapresiasi apa yang telah diprogramkan Walikota Solok. Misi Kota Solok tidak jauh berbeda dengan Program Kota Solok. Ia juga menceritakan bahwa MTQ ini sudah banyak memberikan hikmah dan membawa perubahan untuk Indonesia. Baru-baru ini, ungkapnya, telah banyak qori dan qoriah Indonesia yang berhasil meraih prestasi di tingkat internasional.

Ketua LKAAM Sumbar, Sayuti Datuak Rajo Panghulu, juga didaulat sebagai narasumber yang memaparkan tentang falsafah adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.

Diakhir seminar Kepala Kanwil Kemenag Sumbar mengusulkan kepada Dirjen Bimas agar penyuluh agama Islam ditambah karena saat ini Sumatera Barat masih kekurangan tenaga penyuluh masih, kemudian Kepada Walikota Solok Kakawnil sangat mengapresiasi yang telah diprogramkan.

Terkait konsep ABS SBK, Kakawnil menyampaikan perlu ada sinergi yang lebih mendalam antara LKAAM Sumatera Barat dengan Kanwil Kementerian Agama Sumbar. Menurutnya problem di Sumbar masih banyak kepala daerah yang belum mendukung peran LKAAM.

Seminar ini juga dihadiri Kepala Biro Umum Kemenag RI, Syafrizal, Direktur Penerangan Agama Islam, Kakan Kemenag se-Sumatera Barat, Penyuluh dan ASN di lingkungan Kemenag Kota Solok. (hd)

Tags: , ,

%d blogger menyukai ini: