Disdukcapil Musnahkan KTP-el Rusak/Invalid Hasil Pencetakan Massal Tahun 2011-2013

Disdukcapil Musnahkan KTP-el Rusak/Invalid Hasil Pencetakan Massal Tahun 2011-2013

Solok, (InfoPublikSolok) – Disdukcapil Kota Solok laksanakan pemusnahan KTP-el rusak/invalid pada Jum’at, (21/12) ini, dihalaman Balaikota Solok yang disaksikan oleh Walikota Solok, Forkopimda Kota Solok, Bawaslu, KPU, Badan Kesbangpol Linmas, Dinas Satpol PP dan Damkar, Dinas Kominfo, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan, Camat dan Lurah serta rekan-rekan media cetak dan elektronik. Pemusnahan ini dilakukan dalam rangka tertib administrasi dan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan dan kewaspadaan dalam sistem administrasi kependudukan serta untuk menghindari penyalahgunaan KTP-el yang rusak/invalid.

Kegiatan ini juga dilakukan  untuk menindaklanjuti edaran Mendagri nomor 470.13/11176/SJ tanggal 13 Desember 2018 tentang Penatausahaan KTP-el rusak/invalid dan surat Mendagri nomor 471.13/24149/Dukcapil tanggal 17 Desember 2018 tentang Pelaksanaan pemusnahan KTP-el rusak/invalid dengan cara dibakar. Oleh karena itu, Disdukcapil segera melakukan inventarisasi ke kelurahan-kelurahan dan Dinas Dukcapil sendiri untuk mengetahui dan menarik KTP-el rusak/invalid Kota Solok hasil pencetakan massal tahun 2011 s/d 2013.

Drs. H. Syaiful A, M.Si selaku Kepala Dinas Dukcapil pada awal acara menyampaikan laporan hasil inventarisasi tersebut kepada Walikota Solok yang secara resmi membuka kegiatan pemusnahan KTP-el rusak/invalid ini. “mengingat urgensi pelaksanaan kegiatan ini, dalam waktu singkat Dinas Dukcapil telah selesai melaksanakan inventarisasi KTP-el rusak/invalid, sehingga total keseluruhan diperoleh  sebanyak kurang lebih 2.466 keping” terang beliau.

Hadir dalam kesempatan ini Walikota Solok H. Zul Elfian, SH.MSi yang juga ikut menyampaikan pandangan beliau terhadap isu yang tengah viral terkait dengan KTP-el ini. “Khusus untuk permasalahan KTP-el pun telah sama-sama kita ketahui bersama, baik melalui pemberitaan ditelevisi, koran, bahkan media sosial, telah menjadi isu yang menarik untuk dibahas disetiap lini masyarakat, apakah persoalan terjadi atas kesengajaan beberapa oknum atau memang kelalaian dari petugas, tapi perlu menjadi perhatian kita bersama dan kita harus bijak dalam menyikapinya meskipun permasalahan ini tidak terjadi diKota Solok” tungkas beliau. “Untuk itu, pada kesempatan ini saya ingin berpesan bahwa 2019 mendatang adalah tahun politik, sensitifitas terhadap isu-isu yang berkembang perlu kita tanggapi dengan bijak, sejatinya pekerjaan yang profesional tidak akan terpengaruh oleh isu politik” beliau menambahkan.

Pemusnahan KTP-el rusak/invalid ini kemudian dituangkan dalam bentuk Berita Acara Pemusnahan yang ditandatangani oleh Kadisdukcapil, Kabid Adminduk, Pengurus Barang Dukcapil, beserta para saksi dan diketahui oleh Walikota Solok yang akan dijadikan sebagai bukti yang kuat atas penatausahaan dokumen kependudukan (am).

Tags: , , , , , , , ,