Dispenduk-KB Bina Peserta KB Pria

Dispenduk-KB Bina Peserta KB Pria

Solok, (InfoPublikSolok) – Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) mempunyai arti yang sangat penting dalam upaya mewujudkan manusia Indonesia sejahtera disamping program pendidikan dan kesehatan.

Program KB paradigma baru telah mengarah dan berorientasi kepada kesetaraan dan keadilan gender, yang berarti kepesertaan ber-KB bagi pria maupun wanita adalah sama.

Berdasarkan data Pencapaian PB MOP BKKBN Perwakilan Provinsi Sumatera Barat sampai dengan bulan Desember tahun 2018 tercatat sebanyak 351 Akseptor KB Pria.

Maka, untuk mendorong kepesertaan KB Pria dan calon akseptor KB Pria di Kota Solok, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dispenduk-KB) Kota Solok lakukan pembinaan motivator dan calon akseptor KB Pria bertempat di aula Dispenduk-KB, Senin (1/4/2019).

Acara yang diikuti oleh 40 calon akseptor KB Pria ini bertujuan guna memberikan motivasi serta pembinaan pada calon Akseptor KB pria di Kota Solok dengan narasumber motivator KB pria terbaik Provinsi Sumatera Barat, Pelda. Ermon dari Kodim 0312/Padang dan Lismomon Nata, S.Pd, M.Si, Cht dari BKKBN Sumatera Barat.

Dalam materinya, Pelda Ermon menjelaskan Kontap (Kontarsepsi Mantap) Pria dapat melindungi ibu dari kehamilan pada usia diatas 30 tahun, seterusnya isteri terlindung dari kehamilan beresiko ‘tanpa mengganggu nafsu birahi’.

Selanjutnya, perwakilan BKKBN Sumbar, Lismomon Nata menyampaikan, pola kehidupan masyarakat dipengaruhi oleh ajaran hidup yang dianut keyakinan, agama, petatah, petitih, gurindam, babad, dan pameo yang meyakini “Banyak Anak, Banyak Rezeki’“.

“Kenyataannya potret kehidupan saat ini sangat miris, dilihat dari sisi ekonomi yang rendah”, ujarnya.

Pada kesempatan itu, Sekretaris Dispenduk-KB Kota Solok, dr. M. Effendy mengupas permasalahan yang terjadi saat ini adalah masih rendahnya partisipasi pria dalam hal pendidikan reproduksi, antara lain masih ditandai dengan rendahnya kesertaan ber-KB bagi pria.

“Pada hakekatnya rendahnya peserta KB pria ini disebabkan oleh berbagai faktor antara lain kurangnya dukungan politis, sosial budaya dan keluarga agar pria mempergunakan alat kontrasepsi,” kata dr. Effendy.

Kurangnya pengetahuan dan kesadaran dari pria, lanjutnya, karena rendahnya akses mereka terhadap informasi mengenai partisipasi pria dalam ber KB dan adanya kekhawatiran berdampak kepada kejantanan pria.

“Padahal sebenarnya tidak berdampak apapun. Tidak ada pengaruhnya bagi pria bahwa setelah mengikuti KB MOP kejantanan kurang dan lemah, ini anggapan yang keliru,” ujarnya.

Ditinjau dari tahun 2018, Kota Solok mendapatkan dua orang Akseptor KB Pria dari berbagai kalangan. Angka ini lebih sedikit dari tahun 2017 yang mendapatkan kesedian Akseptor KB Pria sebanyak tujuh orang dari berbagai kalangan.

“Untuk itu, Dispenduk-KB mengajak, mari bersama kita tingkatkan kesejahteraan dengan ikut program KB,” imbau dr. Effendi menutup sambutannya. (ez)

Tags: , , , ,