DPPKB Sosialisasikan Program KHIBA

DPPKB Sosialisasikan Program KHIBA

Solok, (InfoPublikSolok) – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kota Solok mengadakan sosialisasi program Kelangsungan Hidup Ibu, Bayi dan Anak (KHIBA) di aula Dinas PPKB, Kamis (11/7/2019).

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dan keluarga untuk mengatasi masalah kesehatan ibu, bayi dan anak terutama melalui peningkatan peran ibu dalam keluarganya, serta tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang optimal bagi ibu dan keluarganya serta meningkatnya derajat kesehatan anak untuk menjamin proses tumbuh kembang anak.

Kepala DPPKB, Edi Candra, membuka langsung sosialisasi ini, dihadiri oleh undangan tokoh masyarakat dan tokoh agama di Kota Solok dengan narasumber Kabid Kesejahteraan dan Pembangunan Keluarga BKKBN Sumbar, Dra. Mahdalena Wati Yulia, M.Si.

Dalam sambutannya Edi Candra menyampaikan pemberdayaan masyarakat khususnya tokoh masyarakat dan tokoh agama bidang kesehatan Ibu, Bayi, dan Anak merupakan upaya memfasilitasi masyarakat untuk membangun sistem kesiagaan masyarakat dalam upaya mengatasi situasi gawat darurat dari aspek non klinis terkait kehamilan dan persalinan.

Sistem kesiagaan merupakan sistem tolong-menolong yang dibentuk dari, oleh dan untuk masyarakat, dalam hal penggunaan alat transportasi, komunikasi, pendanaan, pendonor darah, pencatatan, pemantaun dan informasi KB.

“Kesehatan ibu, bayi dan anak adalah pangkal kesejahteraan bangsa. Kita semua pasti sepakat bahwa generasi muda adalah harapan bangsa, bahwa kemajuan suatu bangsa pada masa mendatang tergantung dari generasi muda yang ada pada hari ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Edi Candra mengatakan dalam hal mempersiapkan generasi muda inilah pentingnya program kesehatan ibu, bayi dan anak. Bila kaum ibu sehat secara jasmani dan rohani maka dari rahim para ibu yang sehat jasmani dan rohani akan lahir anak-anak yang sehat. Apabila lahir anak-anak yang sehat maka akan tumbuh generasi muda yang sehat, tangguh, cerdas sebagai penentu nasib bangsa pada masa depan.

“Program kesehatan ibu, bayi dan anak tentunya bermuara pada tercapainya kemampuan hidup sehat melalui peningkatan derajat kesehatan yang maksimal bagi ibu dan anaknya serta menjamin proses tumbuh kembang anak secara optimal yang merupakan landasan bagi peningkatan kualitas manusia seutuhnya,” ungkapnya mengakhiri sambutan.

Dalam materinya, Dra. Mahdalena Wati Yulia, M.Si menyampaikan bahwa periode sejak janin berada dalam kandungan hingga anak berusia dua tahun, yaitu 270 hari selama masa di dalam kandungan dan 730 hari selama masa 2 tahun merupakan masa keemasan anak atau dianamakan Golden Period.

“Upaya kesehatan Ibu dan Anak adalah upaya di bidang kesehatan yang menyangkut pelayanan dan pemeliharaan ibu hamil, ibu bersalin, ibu menyusui, bayi dan anak Balita serta anak pra sekolah,” jelasnya.  (ez)

Tags: , , , ,

%d blogger menyukai ini: