DPRD Kota Solok Konsultasi Ke Kabupaten Bantul

DPRD Kota Solok Konsultasi Ke Kabupaten Bantul

Solok, (InfoPublikSolok) – Anggota DPRD Kota Solok yang terbagi ke dalam Tim II  melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke DPRD Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Kunjungan tersebut akan dilaksanakan pada dua lokasi yaitu Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul, yang dilaksanakan dari tanggal 27 s.d 31 Agustus 2018.

Kunjungan kerja dipimpin oleh  Ketua Komisi II Daswipptera DT Manjinjiang Alam, dan anggota dewan lainnya Yoserizal, Angry Nursya, Herdiyulis, Amrinof Dias DT Ula Gadang, Hendra Saputra, Rusnaldi, Yosri Martin, H Dalius dan Ilzan Sumarta. Kunjungan tersebut rombongan DPRD di dampingi oleh mitra kerjanya seperti Kepala Bappeda Jonnedi dan sekretaris Dinas Kesehatan Dessy Syafril.

Kedatangan rombongan disambut dan diterima oleh Kasubag Humas dan Protokoler Sekretariat DPRD Kabupaten Bantul, Sumarno, Subbag Hukum, Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Siti Rahayu Ningsih, dan dari pihak Bappeda Kabupaten Bantul, Edi Purwanto.

Ketua rombongan H Daswippetra DT Manjinjiang Alam, mengucapkan terimakasih kepada Sekretariat DPRD Kabupaten Bantul atas ketersediannya menerima Kunker ini. Ia menyampaikan bahwa maksud dan tujuan ke Kabupaten Bantul adalah untuk menimba ilmu tentang rencana kerjasama pembangunan daerah dan tata kelola Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Kabupaten Bantul memiliki RSUD yang cukup bagus dengan Tipe B pendidikan serta sistim pengelolaan berupa BLUD dan saat sekarang akan mendirikan lagi sebuah RSUD dengan Tipe D.

“Kota Solok saat ini baru akan mendirikan RSUD yang di perkirakan akan rampung pada tahun 2020 mendatang.ada beberapa hal yang akan kami tanyakan salah satunya yaitu pengelolaan limbah rumah sakit serta sistim kerjasama dengan pihak ketiga. untuk itu mohon arahan dan masukkannya terkait pengelolaannya,” ungkap Daswippetra.

Kasubbag Hukum, Pemasaran dan Kemitraan RSUD Panembahan Senopati Bantul, Siti Rahayu Ningsih  memaparkan, RSUD Panembahan Senopati Bantul berdiri sejak tahun 1953 semula dengan nama Rumah Sakit Hongeroedem (HO). Tahun 1956 resmi menjadi Rumah Sakit Kabupaten dengan 60 tempat tidur, dan semenjak 31 Januari 2007  berdasarkan SK Menkes No. 142/Menkes/SK/I/2007 RSUD Panembahan Senopati Bantul ditingkatkan kelasnya dari type C menjadi kelas B Pendidikan.

Tahun 2012, ditetapkan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dan sebagai Rumah Sakit Pendidikan Utama berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor : HK.03.05/III/431/12. Pada tanggal 14 April 2015 mendapatkan Sertifikat Akreditasi dari Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan predikat Paripurna Bintang Lima.

“Struktur Kelembagaannya saat sekarang berbentuk Badan (ditetapkan dalam Perda Nomor 17 Tahun 2007 Tanggal 20 November 2007), ditetapkan sebagai Rumah Sakit yang menerapkan Pola Pengelolaan Keuangan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) Rumah Sakit Umum Daerah. Dalam penangan limbah RSUD yang setiap bulannya mencapai satu ton, diserahkan pengelolaannya melalui pihak ketiga yang memiliki izin dari Kementerian Kesehatan RI, selain itu untuk menghindari terjadinya gangguan listrik kami juga menyediakan genset dengan daya satu juta watt,” papar Siti.

Lanjutnya, Direktur RSUD berdasarkan aturan dari Kementerian Kesehatan sudah tidak lagi di pimpin oleh tenaga dari struktural saja, namun saat sekarang bisa di pimpin oleh tenaga fungsional seperti dokter spesialis. Terkait kesejahteraan pegawai diambilkan dari jasa pelayanan jaminan kesehatan yang berkisar 45% hal tersebut kami lakukan disebabkan karena RSUD Senopati sudah berbentuk BLUD, jadi kami tidak sepenuhnya lagi di suport oleh Pemerintah Daerah terkecuali belanja pegawai. Saat ini jumlah pegawai kami mencapai 1000 orang yang terdiri dari PNS dan Non PNS,” tutur Siti Rahayu Ningsih. (wh)

Tags: , , , , ,