DPRD Kota Solok Paripurna Dengar Pidato Kenegaraan

DPRD Kota Solok Paripurna Dengar Pidato Kenegaraan

Solok, (InfoPublikSolok) – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Solok, menggelar Rapat Paripurna  dengan agenda Mendengarkan Pidato Kenegaraan Presiden Republik Indonesia Dalam rangka HUT RI ke-74, Jumat (16/8/2019).

Rapat Paripurna yang digelar di Gedung DPRD Kota Solok tersebut dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Sementara Kota Solok, Yutris Can, Wakil Ketua DPRD Sementara, Efriyon Coneng dan seluruh anggota DPRD Kota Solok, serta turut hadir Walikota Solok, Zul Elfian, Wakil Walikota, Reinier, Forkompinda kepala OPD di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Solok, Niniak Mamak dan undangan lainnya.

Rapat kali ini merupakan Rapat Paripurna pertama kalinya bagi anggota Dewan yang baru saja di lantik pada tanggal 7 Agustus 2019, Anggota Dewan serius mendengarkan pidato kenegaraan yang disampaikan oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Jokowi menyampaikan hasil kinerjanya selama setahun terakhir, sejumlah poin yang disampaikan terkait upaya mencapai visi besar Indonesia Maju, misalnya terkait terobosan-terobosan yang telah dilakukan Pemerintah, termasuk transparansi keuangan negara dan sistem peradilan berbasis online serta capaian-capaian pemerintah. Selain itu, dibahas pula tentang check and balances antar lembaga negara yang perlu diupayakan.

Dalam pidatonya Jokowi menghadirkan kembali semangat yang menyala di hati para pejuang kemerdekaan 74 tahun yang lalu. Indonesia merupakan rumah besar kita bersama, hanya dapat terwujud jika kita mau bersatu. Bersatu untuk mencapai satu tujuan, bersatu untuk maju bergerak di jalan perubahan, serta bersatu dengan penuh optimisme menatap masa depan. Semangat itulah yang mengantarkan Indonesia menjadi negara yang merdeka, negara yang berdaulat, yang berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia. Sekarang ini, kita menghadapi tantangan yang berbeda namun, semangat itu harus terus menyala di hati kita semua. Kita berada di era ketika dunia berubah dengan sangat cepat, tetapi kita tidak boleh kehilangan bintang penjuru. Kita harus berani menerima era keterbukaan sejagad, kita tidak boleh kehilangan persatuan dan persaudaraan. Kita masuk dalam era kompetisi antar negara yang semakin sengit. Akan tetapi, kita tidak boleh berhenti berkreasi dan berinovasi.

Lebih lanjut Jokowi menekankan akan pentingnya Visi yang sama, yang harus hidup dalam kerja kita semua di semua lembaga negara. Check and balances antar lembaga negara sangat penting, tetapi harus berada dalam bingkai yang sama, satu visi besar Indonesia Maju, Indonesia yang nyaman bagi seluruh anak bangsa, yang sejahtera, yang adil dan makmur, yang dihormati dan disegani oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

“Saya yakin dalam bingkai visi yang sama, kita makin kuat, kita makin solid, dan menjadi pemenang dalam kompetisi Global. Pencapaian visi besar harus kita percepat. Tidak ada jalan lain bagi kita semua, selain meninggalkan cara-cara lama dan beradaptasi dengan cara-cara baru. Kita butuh terobosan-terobosan baru untuk menjawab harapan rakyat yang makin meningkat. Kita butuh lompatan-lompatan kemajuan untuk meningkatkan kepercayaan dan kecintaan rakyat. Kita butuh karya-karya nyata agar Lembaga-lembaga Negara menjadi institusi yang kuat dan berwibawa. Untuk menjadi kuat, kita tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Ego lembaga harus diruntuhkan, sehingga karya-karya baru dapat diciptakan bersama-sama. Ego sektoral yang terkotak-kotak sudah tidak relevan lagi dan harus ditinggalkan. Kolaborasi dan sinergi antar lembaga harus ditingkatkan” ujar Jokowi  (wh)

Tags: , , ,