Edukasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

Edukasi Pengolahan Sampah Organik Menjadi Eco Enzyme

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka menambah wawasan dan kepedulian lingkungan bagi Kader PKK, Pokja III TP-PKK Kota Solok melalukan edukasi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi Eco Enzyme. Sosialisasi dan edukasi yang digelar di aula kantor PKK Kota Solok, diikuti oleh Kader PKK kelurahan dan kecamatan se-Kota Solok, Rabu 15 Juni 2022.

Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan sekitar 40% sampah yang terkumpul di TPA berupa sampah organik sepertu sisa makanan, kayu, ranting, daun dan lain-lain, dan 69,5% dari total sampah organik tersebut adalah sisa makanan, sedangkan sumber sampah terbesar yaitu berasal dari rumah tangga yaitu sebanyak 42,3%.

Maka sangat penting bagi masyarakat mempelajari cara pengelolaan sampah organik dari rumah masing-masing, terutama karena sampah organik sangat mudah busuk sehingga menghasilan bau yang tidak enak.

Ketua Bidang Pokja III, Elsa Delfianto dalam sambutannya mengajak seluruh peserta Kader PKK dari kecamatan dan kelurahan agar bersungguh-sungguh mengikuti proses penyampaian materi oleh narasumber sehingga dapat menambah wawasan serta bisa dipraktikkan di dalam lingkungan masyarakat.”Tugas pokok Pokja III Aku Hatinya PKK dapat mencapai sasaran,” ujarnya.

Kegiatan sosialisasi ini mendatangkan narasumber Syaifudin Islami, STP, M.Si (Leader Komunitas Eco Enzyme Padang). Narasumber memberikan materi penyuluhan lingkungan serta sosialisasi terkait penanganan dan pengelolaan sampah secara umum, termasuk Bank sampah dan sampah organik yang bisa dijadikan Eco Enzyme.

Eco Enzyme ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik Thailand. Gagasan proyek ini adalah untuk mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah sebagai pembersih organik.

Jadi Eco Enzyme adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat.

Eco Enzyme bisa menjadi cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, co enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran.

Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif.

Karena kandungannya, Eco Enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar. Selain itu bisa juga ditambahkan ke produk pembersih rumah tangga seperti shampoo, pencuci piring, deterjen, dll.

Pada akhir acara para peserta melakukan praktek secara lansung bagaimana membuat Eco Enzyme serta berapa takaran yang di butuh kan agar proses pembuatannya sempurna. (df)

Tags: , ,