Empathy Project 2022, Pemko Solok MoU dengan Sociopreneur Indonesia

Empathy Project 2022, Pemko Solok MoU dengan Sociopreneur Indonesia

Solok, (InfoPublikSolok) – Pemerintah Kota (Pemko) Solok melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga Sociopreneur Indonesia di ruang rapat Wako, Kompleks Balai Kota Solok, Senin (11/10) pagi.

Bentuk kerja sama Pemko Solok dengan lembaga Sociopreneur Indonesia tersebut adalah melalui program empathy project di Kota Solok pada tahun 2022, meliputi bidang Pariwisata, UMKM, Edukasi dan Kepemudaan.

Program empathy project sendiri merupakan flagship program (program unggulan) dari lembaga Sociopreneur Indonesia, berupa pembangunan kreativitas sosial, inovasi dan kewirausahaan masyarakat melalui pendampingan oleh para volunteer (relawan) berpengalaman sehingga terciptalah masyarakat yang mandiri dan mampu berdaya saing.

“Alhamdulillah, lembaga sociopreneur hadir untuk membantu masyarakat kota Solok, khususnya dalam penguatan sektor pariwisata, kewirausahaan dan pendidikan dasar, kami minta tindak lanjut dan perhatian serius perangkat daerah yang terkait agar dapat terealisasi dan terfasilitasi dengan baik program ini pada tahun depan,” tutur Wako Solok, H. Zul Elfian Umar, SH, M.Si dalam sambutannya didampingi Asisten, Staf Ahli dan Kepala OPD terkait usai penandatanganan Mou.

Lebih lanjut, Wako menyampaikan ucapan terima kasih kepada lembaga Sociopreneur Indonesia yang telah memutuskan Kota Solok sebagai lokasi pelaksanaan program empathy project tahun 2022.

Sebelumnya, kegiatan serupa telah terlaksana sejak tahun 2018 di Kota Batam, Kabupaten Boyolali, Kota Tangerang Selatan. Tahun ini, kegiatan empathy project menyasar 7 Desa di Kabupaten Jember, Jawa Timur.

“Ketika peluang kerja semakin kompetitif dan semakin sempit maka menjadi wirausaha atau entrepreneur merupakan pilihan sekaligus tantangan. Menjadi entrepreneur, tidak semudah yang kita bayangkan. Kita harus mengenali risiko yang terjadi dan cara untuk membangun usaha yang kreatif dan inovatif di antara banyak pesaing,” kata Wako.

Dengan adanya kerjasama ini, Zul Elfian berharap pengusaha muda untuk melakukan inovasi-inovasi di berbagai jenis bidang usaha sehingga dapat menciptakan peluang usaha sendiri, menurunkan tingkat pengangguran dan mengurangi angka kemiskinan.

Pada kesempatan itu, Founder dan Executive Director, Sociopreneur Indonesia, Dessy Aliandrina, ST, M.Sc, Ph.D memperkenalkan, lembaga Sociopreneur adalah social enterprise (perusahaan sosial), dimana 30% keuntungan perusahaan disisihkan untuk kegiatan sosial.

Sociopreneur Indonesia bermula pada tahun 2013 sebagai klub mahasiswa bernama Technopreneurship for Youth, dengan tujuan mendukung kreativitas dan inovasi para mahasiswa sebagai upaya menjembatani jarak antara pemahaman teoritis dengan pemahaman praktis.

“Pada tahun 2018, secara resmi Sociopreneur Indonesia hadir sebagai social enterprise, sehingga turut mendorong pertumbuhan gerakan social enterprise di Indonesia,” ungkapnya.

Dessy menjelaskan, program empathy project yang dilaksanakan oleh sociopreneur ini nantinya akan memfasilitasi pelaku usaha pariwisata, ekonomi kreatif serta anak-anak muda kreatif melalui serangkaian program inkubasi dan edukasi kewirausahaan serta meningkatkan literasi dan pengembangan keterampilan dengan menyebarkan micro library.

Setiap tahunnya, program empathy project menyediakan 100 beasiswa bagi UMKM dalam program Bootcamp for Young Technopreneur (BYTe).

“Tahun depan kita menyediakan 40 beasiswa untuk pengusaha pemula Kota Solok, dan pelaksanaan empathy project akan dipusatkan di Kelurahan Tanah Garam dan Kelurahan Tanjung Paku, bersama para relawan kami yang membidangi event, content creator serta pendidikan,” ungkap Dessy.

Rangakaian kegiatan empathy project diantaranya, Bootcamp for Young Technopreneur (BYTe), adalah salah satu program unggulan dari Sociopreneur Indonesia, bertujuan untuk membekali dan melatih generasi muda Indonesia untuk menjadi Technopreneur Muda.

Para peserta dilatih untuk mampu menghasilkan inovasi yang solutif dan tepat guna sehingga dapat menjadi solusi bagi permasalahan yang dihadapi para UMKM. Ditujukan untuk anak muda usia 18-25 tahun dengan menghasilkan 40 anak muda penerima beasiswa, menargetkan 4 UMKM yang siap meningkatkan bisnis dan 8 produk inovasi untuk meningkatkan bisnis.

“Kami menargetkan pendampingan selama dua tahun di setiap daerah, setelah dua tahun kita bina, selanjutnya UMKM akan menjadi mitra mandiri,” sebut Dessy.

Berikutnya, Program AHAI (Anak Hebat Anak Indonesia) bertujuan untuk menumbuhkembangkan kreativitas anak sejak dini melalui serangkaian permainan yang menyenangkan. AHAI melibatkan 500 pelajar SD kelas 4-6 dengan menghasilkan 250 ragam impian dan 200 produk kreatif tercipta, didampingi relawan dari berbagai daerah di Indonesia dan guru, orang tua, serta masyarakat yang terlibat.

Program Micro Library, dengan mendistribusikan 500 buku dan paket edukasi yang bertujuan meningkatkan akses literasi melalui buku dan permainan edukatif. Serta program Social Entrepreneurship Sharing Session yaitu program dialog dan sharing session dalam upaya akselerasi dan kolaborasi untuk mendorong anak muda berfikir kreatif dan inovatif yang melibatkan akademisi, pelaku usaha, pemerintah daerah dan komunitas.

Sebelumnya, jalinan kerjasama antara Pemko Solok dengan Sociopreneur Indonesia diawali dengan rapat secara virtual pada tanggal 25 Juni 2021 terkait persamaan persepsi rencana program social enterpreneurship dan potensi kerjasama Pemko Solok dengan Sociopreneur Indonesia.

Tindak lanjut rapat, telah dilaksanakan pembahasan Draf MOU dan pertemuan dengan Socioprenur Indonesia membicarakan terkait pelaksanaan kerjasama dan program empathy project di Kota Solok Tahun 2022.

Untuk selanjutnya dilaksanakan penandatanganan MOU kerjasama antara Pemerintah Kota Solok dengan SocioprenurID pada hari ini, Senin tanggal 11 Oktober 2021. (eg/re)

Tags: , , ,