Gandeng TP-PKK, Dinas Pangan Adakan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal

Gandeng TP-PKK, Dinas Pangan Adakan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal

Solok, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka mendukung percepatan penganekaragaman konsumsi pangan masyarakat berbasis sumber daya lokal, Dinas Pangan Kota Solok melaksanakan Pelatihan Pengolahan Pangan Lokal bagi 30 pelaku usaha pangan lokal khususnya penyedia snack kotak yang berasal dari Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kelurahan, anggota KWT dan pelaku usaha mandiri di Kota Solok.

Acara pelatihan yang diadakan selama dua hari (30-31 Maret 2022) di Labor Tata Boga SMKN 3 Kota Solok itu dihadiri oleh Wakil Ketua TP-PKK Kota Solok, Ny. Dona Ramadhani, S.Tr, Keb, M.KM, Kepala SMKN 3, Sekretaris Dinas Pangan, Kabid Konsumsi, Penganekaragaman dan Keamanan Pangan beserta pejabat fungsional analis ketahanan pangan.

Ny. Dona Ramadhani, saat membuka pelatihan ini sekaligus selaku narasumber pada hari pertama pelatihan, Rabu (30/3) menyampaikan harapannya agar pelaku usaha dapat bersinergi dengan pemerintah daerah untuk dapat menyediakan snack pangan lokal dengan bahan baku pangan lokal non beras non terigu.

Guru Tata Boga SMKN 3 Kota Solok, Ermy Rizky Barokah, S.Pd, selanjutnya menjadi narasumber kedua dengan materi praktek pengolahan pangan Lokal berbahan dasar ubi ungu dan jagung. Olahan pangan lokal yang dipraktekkan adalah paket snack kotak yang terdiri dari Sus Crunchy Ubi Ungu, Kue Lumpur Ubi Ungu, dan Pie Jasuke.

Pelatihan pada hari kedua Kamis (31/3), mendatangkan narasumber dari Royal Asia College Padang, Arisman Al Faridzi, SE, M.Si dengan materi peluang bisnis usaha pengolahan pangan lokal.

Arisman menyampaikan bahwa produk olahan pangan lokal non beras non terigu menjadi potensi yang cukup baik untuk dikembangkan karena pola pikir masyarakat yang sudah mulai berangsur berubah, masyarakat tidak hanya memikirkan kualitas rasa dari sebuah makanan tapi juga sudah peduli terhadap efek kesehatan jangka panjang dari mengkonsumsi makanan tersebut.

Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku usaha pangan lokal, untuk dapat menyediakan produk pangan lokal yang bervariasi, menarik, unik dan baru sehingga tidak kalah bersaing dengan produk olahan terigu yang banyak beredar dipasarkan.

“Pelaku usaha diharapkan membuat brand tersendiri dari produknya, pergunakan nama yang khas, sehingga membantu menguatkan brand yang kita punya,” sebutnya.

Pelatihan hari kedua ini, para peserta juga langsung disuguhkan praktik pengolahan pangan lokal yang didampingi langsung oleh Chef Royal Asia College, Huryati Rasyid ,yang pada kesempatan tersebut membuat snack kotak olahan pangan lokal berbahan baku utama jagung dan tepung mocaf yaitu Sus Ragout, Puding Sutra Markisa, dan Muffin Jagung.

Praktek pengolahan pangan lokal ini diikuti dengan antusias oleh seluruh anggota. (fas)

Tags: , ,