Gapoktan Rumbio Saiyo Studi Banding Pengembangan Jeruk Siam di Kabupaten Kampar

Gapoktan Rumbio Saiyo Studi Banding Pengembangan Jeruk Siam di Kabupaten Kampar

Solok, (InfoPublikSolok) – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rumbio Saiyo Kelurahan Simpang Rumbio melakukan studi banding usaha tani Jeruk Siam ke Kelompok Tani Maju Bersama, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar Provinsi Riau yang dilaksanakan pada tanggal 22 s/d 23 Maret 2019.

Kabupaten Kampar merupakan daerah sentra produksi Jeruk, dengan hampir semua Kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kampar terdapat pertanian Jeruk dan menempati peringkat pertama dalam produksi buah Jeruk Siam untuk Provinsi Riau.

Rombongan studi banding Gapoktan Rumbio Saiyo berjumlah 58 orang yang terdiri dari Pengurus Gapoktan Rumbio Saiyo, Pengurus LKMA Rumbio Saiyo, Pengurus Kelompok Tani Sakato Pompa, Pengurus Kelompok Tani Setia Budi, Pengurus Kelompok Tani Tambak Biliak, Pengurus Kelompok Tani Mekar Melati dan Pengurus Kelompok Tani Guguk Lansiang serta didampingi Lurah Simpang Rumbio dan PPL Kelurahan Simpang Rumbio.

Ketua Gapoktan Rumbio Sakato, H. Nizamuddin menyampaikan, kegiatan ini dilakukan dalam upaya menambah wawasan dan pengetahuan anggota kelompok tani dalam berusaha menjadi tani yang modern dan berwawasan yang baik serta merupakan hasil musyawarah Pengurus Kelompok Tani se-Kelurahan Simpang Rumbio dengan Pengurus Gapoktan Rumbio Saiyo.

“Secara khusus, kunjungan ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai sistem agribisnis usaha tani Jeruk Siam, baik dalam hal produksi melalui budidaya yang lebih baik maupun dalam pengembangan pasar dan sistem pemasaran yang lebih efisien,” jelas H. Nizamuddin.

“Hal tersebut merupakan faktor-faktor yang menentukan keberhasilan dalam berusahatani sehingga dapat meningkatan pendapatan petani,” lanjutnya.

Pada kesempatan tatap muka dengan pengurus dan anggota Kelompok Tani Maju Bersama, sharing informasi dua arah terjadi dalam diskusi yang dinamis mulai dari konsep pertanian dan pengembangan yang berkelanjutan, beberapa masukan dan solusi terkait dengan permasalahan yang diangkat menjadi poin penting dalam diskusi tersebut.

Rombongan peserta studi banding selanjutnya menerima pemaparan tahapan budidaya tanaman Jeruk Siam yang dilakukan petani setempat, meliputi proses pembukaan lahan dan pengolahan tanah, jadwal penanaman, pemeliharaan tanaman, pemanenan hingga proses pemasaran.

Setelah pemaparan, dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk melihat pengembangan Jeruk Siam, para peserta studi banding sangat tertarik dengan apa yang dilihat di lapangan tersebut. (amf)

Tags: , , , , ,