Gebyar Vaksinasi Pelajar Kota Solok: Hari Pertama, Serentak di Empat Sekolah

Gebyar Vaksinasi Pelajar Kota Solok: Hari Pertama, Serentak di Empat Sekolah

Solok, (InfoPublikSolok) – Peluncuran kegiatan Gebyar Vaksinasi Covid-19 pada Remaja dilakukan secara virtual diikuti serentak di 19 Kabupaten/Kota se-Sumatera Barat. Acara dibuka langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Audi Joinaldy, bertempat di SMA 6 Padang, Selasa (14/9).

“Gebyar vaksin pelajar ini untuk mempercepat capaian vaksinasi remaja yang masih rendah di Sumbar sekaligus upaya agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilakukan,” kata Audy Joinaldy.

Ia menuturkan saat ini capaian vaksinasi dosis pertama untuk remaja di Sumatra Barat baru sekitar 4,5% sementara untuk vaksinasi dosis kedua lebih rendah lagi sekitar 2%.

Audy juga mengimbau siswa yang telah divaksin untuk mengajak kawan-kawannya agar segera mengikuti vaksinasi sehingga bisa mempercepat upaya pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Sumbar.

Bahkan ia juga mengimbau orangtua siswa untuk ikut vaksinasi bersama anaknya dalam program Gebyar Vaksinasi Pelajar itu.

“Silakan orangtua yang ingin divaksin ikut anaknya ke sekolah untuk mendapatkan vaksinasi. Semua akan dilayani oleh petugas yang ada. Kalau nanti ternyata vaksinnya kurang kami akan pasok lagi dari provinsi,” katanya.

Untuk Kota Solok, peluncuncuran kegiatan Gebyar Vaksinasi mengambil tempat di SMA 3 Kota Solok. Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Walikota Solok, DR. Ramadani Kirana Putra didampingi Kepala Dinas Kesehatan dan Kepala Dinas Pendididikan.

Setelah pelaksanaan pembukaan virtual, kegiatan vaksinasi langsung dilakukan pada 250 orang siswa SMA 3 Solok yang sebelumnya telah mendapatkan surat izin dari orang tua untuk diberikan layanan vaksinasi.

“Vaksinasi Covid-19 yang diberikan untuk remaja dari usia 12-17 tahun dapat mempercepat terbentuknya kekebalan kelompok (herd immunity). Vaksinasi ini ikhtiar kita saat pandemi. Kalau sudah divaksin Insya Allah kalau pun terpapar akan ringan,” tutur Wawako Ramdadhani usai kegiatan.

“Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Solok, Ardinal mengungkapkan, cakupan vaksinasi Covid-19 pada usia 12-17 tahun di Kota Solok per tanggal 13 September 2021 adalah 554 orang (7,23%) untuk dosis pertama dan 381 orang (4,97%) untuk dosis kedua.

“Tidak ada dilaporkan efek samping berat atau serius paska vaksinasi. Laporan yang paling banyak diterima adalah rasa nyeri di area suntikan. Sementara itu efek samping sistemik seperti demam juga jarang terjadi,” jelasnya.

Ardinal mengatakan, Vaksin yang diberikan pada pelajar ini adalah Sinovac yang telah ada izinnya dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk penggunaan pada anak usia 12-17 tahun. Dengan rentang waktu pemberian antara dosis pertama dan kedua adalah 28 hari.

Beberapa hal yang harus ditekankan sebelum pelaksanaan vaksinasi adalah mengingatkan kondisi kesehatan fisik anak sebelum dilakukan vaksinasi seperti cukup istirahat, tekanan darah yang normal dan lain-lain.

“Selain itu, keberadaan penyakit penyerta atau komorbid perlu disampaikan dan jangan ditutupi. Anak dengan komorbid dan sedang dalam kondisi tidak stabil atau kambuh, sebaiknya jadwal vaksinasi ditunda. Lebih baik fokus mengendalikan komorbid, setelah stabil baru vaksinasi dilakukan serta jangan lupa untuk tetap melakukan protokol kesehatan setelah vaksinasi,” pungkas Ardinal.

Hari pertama pelaksanaan gebyar vaksinasi di Kota Solok, ada empat sekolah yang melakukan vaksinasi, yaitu SMAN 4, MAN, SMAN 3 serta SMPN 2 Kota Solok. Kegiatan vaksinasi pada sekolah akan dilakukan berkelanjutan pada sekolah lain yang ada di Kota Solok untuk mencapai kekebalan yang optimal pada pelajar. (es/re)

Tags: , ,