Hari Belanja Diskon Indonesia Sepanjang Agustus, Terobosan Pulihkan Ekonomi Nasional

Hari Belanja Diskon Indonesia Sepanjang Agustus, Terobosan Pulihkan Ekonomi Nasional

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Dalam rangka Hari Belanja Diskon Indonesia (HBDI) yang digagas Himpunan Peritel & Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo) beserta mitra dan stakeholder asosiasi lain, Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM memberikan dukungan.

HBDI tahun 2021 diharapkan menjadi momentum kebangkitan Industri Ritel Indonesia, seiring dengan berjalannya program Vaksinasi Covid-19.

Dikutip dari situs Kemenkop UKM, berdasarkan data statistik, jumlah peritel, brand dan pusat perbelanjaan yang berpartisipasi di HBDI terus meningkat setiap tahunnya. Dalam 4 tahun jumlah peritel yang ikut serta tumbuh hampir 2 kali lipat, diikuti oleh total 500 brand berpartisipasi.

Tahun lalu, melibatkan 375 pusat perbelanjaan di 91 kota. Bahkan, nilai transaksi HBDI 2019 sebesar Rp20 triliun dan meningkat menjadi Rp22,5 triliun di tahun 2020.

“Ayo berbelanja di program HBDI terutama kepada produk-produk lokal supaya dapat menghidupkan kegiatan ekonomi masyarakat. Saatnya kita semua berupaya membangkitkan ekonomi nasional, ” ajak Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam sambutan Kick Off Hari Belanja Diskon Indonesia Tahun 2021 di Jakarta, Jumat (09/07).

Teten mengatakan, penyelenggaraan HBDI di sepanjang bulan Agustus, bertepatan dengan momen perayaan Hari UMKM Nasional pada 12 Agustus 2021 serta Hari Kemerdekaan ke-76 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2021.

“Saya turut pula mengapresiasi Menteri Perdagangan yang telah berkomitmen mengawal UMKM lokal, peritel kita untuk dapat mengoptimalkan sepenuhnya Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE), serta Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang konsisten berinovasi dalam memajukan pelaku usaha di bidang pariwisata dan ekonomi kreatif,” tuturnya.

Selain itu, Teten mengharapkan HBDI juga dapat menjadi lokomotif transformasi digital UMKM unggulan Indonesia serta membuka akses UMKM ke rantai pasok industri besar. Menurutnya, bagi UMKM, transformasi digital memungkinkan akses ke pasar yang lebih luas, membenahi proses bisnis agar lebih efektif dan efisien, tata kelola usaha, serta SDM yang lebih teratur, hingga akses pembiayaan.

“Tren baik tersebut tentu juga harapannya dapat memberikan dampak positif dari sisi transaksi yang meningkat bagi peritel dan UMKM Indonesia,” ujar Teten.

Sementara itu, Ketua Umum Hippindo Budihardjo Iduansjah menegaskan, situasi pandemi Covid-19 memaksa sektor ritel untuk terus berupaya melakukan terobosan baru, mulai dari penjualan secara digital hingga jenis pembayaran yang beragam.

“Diharapkan dengan situasi seperti ini, sektor ritel akan terus mencari upaya untuk melakukan terobosan, agar bagaimana ekonomi terus berjalan. Adapun upaya perdagangan harus dimulai dengan cara baru, kita undang marketplace, dan berbagai jenis model pembayaran. Harapannya ekonomi dapat berputar dari Sabang sampai Merauke, agar ekonomi dapat cepat pulih,” kata Budihardjo.

Setahun ke belakang pemerintah dan seluruh elemen termasuk asosiasi peritel sukses menghadirkan tambahan 6,7 juta pelaku UMKM dalam ekosistem digital. Hingga hari ini setidaknya 13,7 juta pelaku UMKM, atau setara 21% total populasi pelaku usaha telah onboarding digital.

Angka ini perlu terus digenjot agar mencapai 30 juta di tahun 2024. Hari Belanja Diskon Indonesia juga diharapkan dapat mengakselerasinya. (Kemenkop UKM/eg/re)

Tags: , ,