Kader Lansia Ikuti Workshop Ketahanan Keluarga Lansia

Kader Lansia Ikuti Workshop Ketahanan Keluarga Lansia

Solok, (InfoPublikSolok) – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Barat melalui Bidang Keluarga Sejahtera dan Pembangunan Keluarga mengadakan workshop Program Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan di Kampung KB, Rabu (15/4/2019).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula Dispenduk-KB Kota Solok dengan menyiapkan tiga orang narasumber. Diawali dengan sambutan langsung oleh Kepala Dispenduk-KB sekaligus menjadi salah satu narasumber yang ditunjuk langsung oleh BKKBN Provini Sumatera Barat dengan tema pembicaraan mengenai Pengelolaan Kelompok Bina Keluarga Lansia (BKL).

Dalam paparannya, Kadispenduk-KB Kota Solok, Edi Candra menyampaikan Bina Keluarga Lansia dimaksud adalah kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga Lansia dan keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia sama dan diatas 60 tahun dalam pengembangan, pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan Lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya.

“Seseorang/ kelompok Lansia yang mampu beradaptasi terhadap proses penuaan secara positif sehingga mencapai masa tua berkualitas dalam lingkungan yang nyaman. Lansia tetap sehat secara fisik, sosial dan mental melalui siklus hidupnya, mandiri, aktif dan produktif (diukur melalui indikator 7 dimensi Lansia tangguh),” jelasnya.

Narasumber kedua, dra. Magdalena Wati Yulia, selaku Kabid KS/PK BKKBN Sumbar, dalam materinya disampaikan mengenai kebijakan dan strategi Pembinaan Ketahanan Keluarga Lansia dan Rentan berdasarkan UU No. 52 Tahun 2009 mengenai BKKBN yang tugasnya melaksanakan Pengendalian Penduduk dan menyelenggarakan KB dan Pembangunan Keluarga.

Kondisi saat ini, ungkapnya, jumlah penduduk Lansia pada tahun 2018 mencapai 9,5% dari total penduduk, dimana proyeksi kependudukan untuk tahun 2020 sebesar 11,3 % penduduk Lansia.

“Struktur penduduk menua di atas 7%, ada 11 provinsi termasuk Sumatera Barat, dalam segi Pendidikan banyak diantaranya tidak sekolah/ tidak tamat SD (60,35%), SMP (6,25%), SMA (10,02% dan sisanya buta huruf. Untuk segi Pekerjaan, yang bekerja di sektor Pertanian (60,92%), Industri (10,28%). Selanjutnya dalam segi Kesehatan, semakin tua semakin besar keluhannya,” paparnya.

Narasumber ketiga, dra. Nurbaiti Djabang, M.Si selaku Kasi Balnak dan KKL dalam paparannya menyampaikan tentang kebijakan perawatan jangka panjang berbasis keluarga bagi Lansia anggota BKL untuk meningkatkan kualitas hidup Lansia dalam rangka mewujudkan lanjut usia yang tangguh, yaitu lanjut usia sehat, aktif, mandiri dan produktif.

Diakhir materinya Nurbaiti menyampaikan Kelompok BKL dapat melakukan kemitraan antara lain melalui penyelenggaraan kegiatan, pemberian fasilitasi bagi Lansia, penyediaan sarana yang dibutuhkan Lansia, penyediaan sumber belajar, dan sumber pembiayaan yang dilakukan bersama mitra kerja terkait. (ez)

Tags: , , , , , ,

%d blogger menyukai ini: