Kajian Kelayakan Peternakan Rusa di Agrowisata Payo

Kajian Kelayakan Peternakan Rusa di Agrowisata Payo

Solok, (InfoPublikSolok) – Pengembangbiakan Rusa lebih direkomendasikan daripada Sapi Perah, begitulah sosialisasi hasil kajian akhir mengenai Agrowisata Payo dengan tajuk kajian kelayakan peternakan Sapi Perah dan Rusa yang dilakukan oleh tim peneliti dari Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Andalas (LPPM UNAND) yang terdiri dari Dr. Ir. Adrizal, Masyril Syukur, M.Sc dan Rudy Ferial, MT.

Bertempat di Aula Badan Litbang Kota Solok, pada hari Rabu (12/12/2018). Acara sosialisasi sendiri, diikuti oleh unsur dari Dinas Pertanian, Dinas Pariwisata, Dinas Perhubungan dan Kelurahan Tanah Garam. Kajian ini menilai aspek teknis dan teknologis, pemasaran, manajemen operasional serta dampak sosial kemasyarakatan

Dari aspek teknis, Tim ahli mengungkapkan pengembangan Sapi Perah sendiri kurang cocok dilaksanakan di daerah Payo, mengingat pemeliharaan sapi memerlukan ketelatenan dan daya dukung sumberdaya yang memadai. Hal ini didasarkan atas kondisi ekologis Payo sendiri, yaitu bertopografi ± 30%nya landai dan ± 60%nya curam, dengan suhu optimum berkisar antara 25-270C serta kelembaban 75-80%. Sehingga dari semua aspek tersebut Rusa lebih cocok dikembangbiakkan, karena rusa hidup pada daerah bertopografi datar-miring, suhu optimum 20-300C, dan kelembaban 50-90%.

Secara teknologis jenis Rusa yang cocok dikembangkan di Payo, adalah Rusa tropis. Dengan alternatif Rusa tropis tersebut menurut narasumber yaitu Rusa Timor, Rusa Sambar, Rusa Bawean dan Rusa Chital/Totol. Sistem pemeliharaan semi intensif yaitu kandang dan padang rumput dengan jenis pakan bisa bersumber dari hijauan unggul (rumput gajah), tanaman semak atau limbah pertanian (bantang jagung)

Dari sisi pemasaran hadirnya Rusa di Agrowisata payo menurut Adrizal akan lebih menarik wisatawan, karena Payo selain menyajikan  pemandangan yang eksotis beserta kebun-kebun pertanian, juga bisa menyajikan kuliner daging rusa dan menumbuhkan homestay.

Novi Aprilizen selaku narasumber dari Dinas Pariwisata sepakat dengan rekomendasi yang dihasilkan dari kajian ini, karena bersesuain dengan rencana yang dimiliki oleh Dinas Pariwisata.

Senada dengan itu, Lurah Tanah Garam, Asril, mendukung hasil kajian ini, karena masyarakat Payo yang merupakan wilayah kelurahnnya memang berharap pariwisata bisa hidup untuk menambah dukungan ekonomi mereka. Sementara itu, Kasubid Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup, Musrizal mengungkapkan akan mengawal rekomendasi lewat komunikasi dengan walikota dan unsur pimpinan di Sekretariat Daerah, Bappeda dan OPD terkait. (iv)

Tags: , , , , ,