Kembangkan Ekonomi Digital, Menkominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

Kembangkan Ekonomi Digital, Menkominfo Percepat Bangun Infrastruktur TIK

Jakarta, (InfoPublikSolok) – Kementerian Komunikasi dan Informatika berupaya membangun infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK) secara merata di seluruh pelosok tanah air, agar dapat dimanfatkaan untuk pengembangan ekonomi digital Indonesia. 

“Oleh karena itu, melihat ekonomi digital ini jangan sisi hilirnya saja. Harus dalam the whole range. Jadi, pembangunan infrastrukturnya dilakukan to connect all dots guna memastikan partisipan atau penggunanya juga tersebar merata di seluruh Indonesia,” ungkap Menkominfo Johnny G. Plate dalam Program Economic Challenge Metro TV: Bersaing di Era Digital, di Jakarta, Selasa (10/08/2021).

Apabila sudah tersambung, maka digital bridge-nya menjadi lebih baik dan disparitas internet link ratio menjadi lebih meningkat. “Nah, di situlah partisipasinya menjadi banyak untuk sektor-sektor di luar pusat-pusat pertumbuhan di Pulau Jawa dan untuk sektor UMKM dan Ultra Mikro (UMi). Itu objektif kita bersama-sama, karenanya saya akan mengukur dari utilisasi infrastruktur yang kita siapkan,” tutur Menteri Johnny.

Menurut Menkominfo setelah infrastruktur digital terbangun dengan baik, di sisi machine-to-machine juga akan menyumbang ke product domestic bruto (PDB) Indonesia. 

“Bapak Presiden menyampaikan, sampai saat ini PDB kita baru 4% dari sumbangsih digital ekonomi di sektor digital ke PDB Indonesia dan itu masih di e-Commerce dan fintech saja. Namun, pada saat ini berkembang, kita harapkan harus bisa bertumbuh tinggi karena pertumbuhan digital ekonomi atau sektor digital bertumbuh dua digit pada 2020 lalu dan di tahun ini sekitar 8 hingga 9% pada saat di mana terjadi kontraksi ekonomi di dunia,” jelasnya

Oleh karena itu, penting sekali untuk Kominfo menyelesaikan pembangunan infrastruktur TIK dan mengajak pelaku UMKM untuk terlibat di dalamnya mulai dari yang besar, tengah dan kecil khususnya kecil. 

“Kenapa? Karena UMKM ini menyumbang 60% GDP nasional, sehingga kita harus memperhatikan betul-betul,” ujar Menteri Johnny.

Di saat yang bersamaan, Kementerian Kominfo menyiapkan IoT, e-commerce dan digital economy, fintech, pembangunan dalam rangka autonomos di industri dan lain sebagainya.

“Untuk itu, digital economy kita diproyeksikan sebesar USD 124 atau setara Rp1.800 triliun di tahun 2024. Tetapi, digital economy tidak itu saja, sebagai regulator dan pemerintah, kita harus melihat digital ekonomi dalam konteks keseluruhan mulai dari interaksi machine-to-machine sampai ke yang human-to-machine,” papar Menkominfo

Dalam acara itu, Menteri Johnny menyatakan Pemerintah mendorong peningkatan kualitas produksi, membantu distribusi, sekaligus kerja bersama untuk mengutamakan produk-produk dalam negeri sebagai tuan rumah di dalam negeri.

“UMKM digital ini bukan saja sebagai pedagang, dia adalah produsen yang bertemu di marketplace, maka kita harus mengurus di sisi produksi UMKM, juga seluruh lininya mulai dari produksi, kualitas produksinya, packaging-nya atau kemasannya, dan masuk ke dalam marketplace,” ujarnya.

Menkominfo mamaparkan pembangunan infrastruktur luar biasa di archipelago yang begitu kompleks di Indonesia ini dan tidak ada bandingannya di dunia, harus diimbangi dengan hilirisasi yang memadai 

“Sehingga bisa memanfaatkan digital economy karena tahapan UMKM kita ada empat, mulai digital onboard, active selling, scale up untuk menguasai pasar dalam negeri, setelah itu go internasional. Tidak ada pilihan yang lain, kita harus menjadi tuan rumah di negara kita sendiri. Karenanya, kita harus kuasai digital ekonomi kita,” jelasnya.

Turut hadir sebagai pembicara lainnya dalam acara itu Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan; Ketua Umum Asosiasi E-Commerce Indonesia, Bima Laga; serta Peneliti Indef, Nailul Huda.

www.kominfo.go.id

Tags: , , , ,