Kemenag Kota Solok Gelar Seminar Nasional Pendidikan Islam

Kemenag Kota Solok Gelar Seminar Nasional Pendidikan Islam

Solok, (InfoPublikSolok) – Telah banyak perubahan paradigma dan pengembangan kurikulum yang dilakukan pada institusi pendidikan Islam dalam menghadapi proses globalisasi. Untuk melakukan pengembangan itu antara lain dengan melakukan sebuah refleksi pemikiran yang eksploratif dalam kegiatan-kegiatan ilmiah, seperti berupa penelitian, seminar, ceramah ilmiah, simposium, lokakarya dan lain sebagainya dalam rangka menyongsong hari esok yang lebih baik dan menjanjikan.

Untuk merespon pengembangan tersebut, Kantor Kementerian Agama Kota Solok kerjasama dengan Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UMSB) menyelenggarakan Seminar Pendidikan Islam bertemakan Menyikapi Perubahan Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) abad XXI. Seminar berlangsung di Aula SMP 5 Kota Solok pada Sabtu (16/3/2019) yang dibuka oleh Wakil Walikota Solok, Reinier.

Laporan dari ketua pelaksana, Apri Yulius, S.Pd. MM, Seminar dihadiri oleh 100 orang peserta, terdiri dari Guru RA, SD, SMP, SMA dan Kelompok Kerja Penyuluh Agama (Pokjaluh) Kota Solok. Mendatangkan key note speaker akademisi dari UMSB, Dr. Nursal, Dr. Mahyudin Ritonga, MA dan Dr. Zulfardi Darussalam, M. Pd serta dipandu oleh Moderator Ida Nirwana, S. Pd. MM dan H. Zainal Abidin, BE, S.Pd.

Pada sesi pertama pemateri, Dr. Mahyudin Ritonga, MA yang merupakan Dosen Fakultas Agama Islam UMSB, dimana Ia menyampaikan materi Menyikapi Perubahan Kurikulum PAI abad  XXI. Pada sesi selanjutnya dipaparkan oleh narasumber kedua Dr. Zulfardi Darussalam, M. Pd,  yang merupakan dosen FKIP dan Pascasarjana UMSB dengan menyampaikan materi Pembelajaran Berbasis HOTS.

Dalam kesempatan ini, Wawako Reinier mengatakan, kultur pendidikan Islam pada masa kini lebih berorientasi pada pengembangan kesadaran untuk bersatu dalam kemajemukan budaya, kemajemukan berpikir, menjunjung tinggi nilai moral, kemanusiaan, kesadaran kreatif, produktif, dan kesadaran hukum. Pada era globalisasi, menurutnya, pendidik dituntut untuk melakukan inovasi dalam proses belajar mengajar secara terus menerus.

“Pendidikan agama dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Manfaatkanlah moment seminar ini sebagai bahan untuk peserta didik, supaya betul-betul menjadi peserta didik harapan kita semua,” harap Wawako.

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenag Kota Solok, H. Afrizen dalam sambutannya mengatakan seminar ini akan mengupas bagaimana kurikulum Pendidikan Agama Islam kedepannya, bagaimana posisi guru PAI dalam era globaliasi saat ini dapat terjawab. Sehingga seminar ini menjadi penambah bekal bagi pendidik nantinya.

Perubahan dan perbaikan kurikulum pendidikan wajar terjadi dan memang harus terjadi, karena kurikulum yang disajikan harus senantiasa sesuai dengan segala perubahan dan perkembangan yang terjadi. Kurikulum harus dapat meramalkan kejadian di masa yang akan datang, tidak hanya melaporkan keberhasilan peserta didik.

Kedepannya, kata Afrizen, akan digelar Mou dengan Guru PAI se-Kota Solok untuk memberantas LGBT di Kota Solok, hal ini dilaksanakan untuk mewujudkan visi dan misi Kota Solok Kota Serambi Madinah. (hd)

Tags: , , , , ,