Kemensos Gelar Jambore dan Bakti Sosial Tagana 2019, Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

Kemensos Gelar Jambore dan Bakti Sosial Tagana 2019,  Perkuat Mitigasi Bencana Berbasis Masyarakat

Pasuruan, (InfoPublikSolok) – Kementerian Sosial RI menggelar Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) dan Bakti Sosial Tingkat Nasional pada 25–29 September 2019 di Jawa Timur.

“Jambore dan Bakti Sosial Tagana 2019 adalah momentum personel Tagana meningkatkan kompetensi dan kapasitas dalam penanggulangan bencana. Kegiatan ini juga menjadi wadah para relawan kebencanaan di Indonesia dan ASEAN bertemu untuk berbagi pengalaman dan proses belajar bersama dari setiap karakteristik bencana dan budaya,” kata Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita di Pasuruan, Jawa Timur, Kamis.

Dikatakan Mensos sebagian besar wilayah Indonesia adalah rawan bencana. Belajar dari bencana alam yang terjadi baik tsunami, gempa bumi, gunung api aktif, banjir bandang, dan sebagainya, Kementerian Sosial terus memperkuat mitigasi bencana berbasis masyarakat melalui Tagana dan Kampung Siaga Bencana.

Jambore berlangsung di tiga titik yakni di Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Untuk di Surabaya berlangsung di Gedung Negara Grahadi. Di Pasuruan dilaksanakan di dua titik yakni Graha Candra Wilwatikta dan Danau Ranu Grati. Sedangkan di Probolinggo berlangsung di Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.

Jambore dihadiri oleh 2.750 Tagana seluruh Indonesia, perwakilan ASEAN Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar. Hadir pula perwakilan NGO nasional dan internasional, Perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB), Pilar-pilar Sosial, dan relawan kebencanaan lainnya.

Tema yang diangkat dalam jambore adalah Tagana Menjaga Alam. Melalui tema ini, Tagana mengajak masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di wilayah rawan bencana salah satunya dengan menjaga alam dimulai dari hal yang paling mudah dilakukan dan lingkungan sekitar.

“Tagana Jawa Timur telah memulai gerakan untuk menjaga alam dengan menyemai bibit pohon keras untuk dibagikan ke masyarakat di 38 kota dan kabupaten di Jawa Timur,” katanya.

Mensos menyebutkan setiap satu orang Tagana menyemai 100 bibit, jumlah Tagana Jawa Timur sebanyak 1.600 personel. Maka terkumpul sebanyak 160 ribu bibit pohon. Masyarakat bisa mendapatkannya secara gratis dengan membawa 5-10 botol plastik bekas untuk ditukar bibit pohon. (Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Sosial didukung oleh Tim Komunikasi Pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika)

Tags: , , , , , ,